Tip Properti

Waspadai Pengembang Nakal, Ini 3 Tip Agar Tak Tertipu

SEJUMLAH kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh pengembang properti terhadap konsumen, terjadi beberapa kali di Indonesia.

Waspadai Pengembang Nakal, Ini 3 Tip Agar Tak Tertipu
Warta Kota/Fred Mahatma TIS
ILUSTRASI Sebuah proyek properti hunian tapak 

SEJUMLAH kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh pengembang properti terhadap konsumen, terjadi beberapa kali di Indonesia.

Menanggapi hal itu, staf Divisi Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sularsi mengatakan, masyarakat konsumen wajib memperhatikan beberapa hal agar tidak menjadi korban penipuan pelaku yang berkedok pengembang.

1. Mengetahui profil pengembang

Perlu dicari informasi mengenai siapa saja yang termasuk dalam manajemen dan karyawan pengembang itu.

2. Legalitas pengembang

Hal berikutnya mengenai legalitas dari pengembang. Maksudnya, dokumen apa saja yang dimiliki sebagai bukti bahwa usaha yang dijalankan adalah resmi.

"Misalnya sertifikat, izin mendirikan bangunan (IMB) dan pembangunan proyek, serta melihat isi dari Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)," ujar Sularsi menjawab pertanyaan Kompas.com, Senin (17/12/2018).

3. Pastikan nomor rekening atas nama pengembang

Selain itu, konsumen harus memastikan pembayaran yang dilakukan langsung ke nomor rekening atas nama pengembang, bukan rekening pribadi, apalagi rekening tenaga pemasarannya.

Dia menambahkan, dalam perkara hukum, suatu kasus penipuan terhadap konsumen seharusnya masuk ranah pidana. Namun, konsumen memiliki hak untuk melakukan gugatan secara perdata.

"Meskipun melakukan pidana, pelaku usaha berkewajiban memenuhi tanggung jawab keperdataannya. Tanggung jawab itu berupa memberikan unit huniannya," imbuh Sularsi.

Penipuan

Hal tersebut dipaparkan menyusul adanya 171 orang yang menjadi korban penipuan berkedok uang muka rumah murah di Tangerang Selatan.

Pelaku bernama John Sumanti yang mengaku sebagai Dirut PT Citra Cakrawala Kinasa menawarkan rumah seharga Rp 130 juta sampai Rp 160 juta kepada calon konsumen.

Dua perumahan yang ditawarkan berlokasi di Desa Curug dan Desa Cidokom, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ternyata perumahan itu bukan milik John, melainkan milik pengembang properti lain yang tidak ada hubungan dengannya.

Setelah sempat kabur, pelaku ditangkap petugas kepolisian dan saat ini kasusnya diproses hukum. (Erwin Hutapea)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Tidak Tertipu Pengembang Nakal, Ini Triknya..."

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved