Memilih Pensiun Dini Setelah Bersiap Wiraswasta

Bagi Wiwien Christanti Akwan, keputusannya pensiun dini atau kerap disebut pendi dari tempat kerjanya dan berwirausaha adalah pilihan hidup.

Memilih Pensiun Dini Setelah Bersiap Wiraswasta
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Wiwien Christanti Akwan (46) memilih pensiun dini dan berwirausaha kuliner. Satu di antaranya ia membuat sambal khas asal Manado, Sulawesi Utara, bersama suaminya, Alter Masahengke (47). 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bagi Wiwien Christanti Akwan (46), keputusannya pensiun dini atau kerap disebut pendi dari tempat kerjanya dan memutuskan berwirausaha adalah pilihan hidup.

"Saya juga bilang ke teman-teman, kalaupun mau pensiun dini atau pendi, kalian harus sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Karena, kalau hanya mengandalkan uang pensiun, lama-lama akan habis, itu malah bisa bikin gila. Jadi sebelum memutuskan harus ada tujuan yang jelas dulu. Jadi ada persiapan mau ngapain," kata Wiwien saat ditemui Warta Kota beberapa waktu lalu.

Dari apa yang dilakoninya saat ini, menurut perempuan berdarah Jawa kelahiran Jakarta itu, ada pembelajaran diri yang dia dapat.

"Kalau bekerja di satu perusahaan sebagai karyawan, hidup kita hanya untuk kita. Tapi, kalau sebagai entrepreneur, bisa menjadi berkat bagi orang lain. Artinya, dengan meng-hire orang, walaupun tidak terlalu besar, tapi bisa membantu perekonomian orang lain," kata sarjana S1 jurusan manajemen itu.

Sejak pensiun, tepat 12 Januari 2017, Wiwien memutuskan menggeluti bisnis kuliner. Modal usaha yang dirintisnya pun tidak besar.

"Waktu itu modalnya sekitar Rp 1 jutaan. Untuk beli bahan, untuk perlengkapan alat masak yang sudah ada di rumah saja. Puji Tuhan, dari situ terus berkembang. Sekarang apa yang saya dapat hampir sama dengan gaji saya kerja selama 19 tahun di bank," kata Wiwien.

Dalam menjalankan usahanya ini, Alter dan Wiwien pun berbagi tugas.

"Saya untuk marketing, dia urusan mengolahnya. Tapi kadang saya juga turun ke dapur juga. Dan saya selalu usahakan ke mana-mana bawa sample produk. Ini salah satu strategi marketing," kata Alter.

Mereka memproduksi aneka kue, seperti risoles ragout, onde-onde, kue lumpur, nastar (model burger), serta silky puding.

Sambal lele yang digarap pasutri ini, merupakan pengembangan produk usaha kuliner yang dirintis belum genap dua tahun lalu.

Tunda Pensiun, Ismed Sofyan Masih Punya Motivasi Tinggi untuk Persija

Belum Ikut Pogram Jaminan Pensiun, 50 Perusahaan Dipanggil Ke Kejaksaan

DPRD Sebut Pemerintah Kota Bekasi Kurang Jalin Komunikasi, Sekda Pensiun Tidak Tahu

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved