Ada Kesan PSSI Lindungi Mafia Judi

LAME duck alias bebek lumpuh! Itulah yang terjadi kepada PSSI sekarang ini di mata Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN).

Ada Kesan PSSI Lindungi Mafia Judi
WARTA KOTA/EKO PRIYONO
Komisioner Bidang Hukum KPSN, Erwin Mahyudin menyebut ada judi dan pengaturan skor pertandingan di depan mata, tapi PSSI tak mampu berbuat apa-apa. Justru ada kesan PSSI begitu perkasa melindungi mafia judi. 

LAME duck alias bebek lumpuh! Itulah yang terjadi kepada PSSI sekarang ini di mata Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN).

Komisioner Bidang Hukum KPSN, Erwin Mahyudin menyebut ada judi dan pengaturan skor pertandingan di depan mata, tapi PSSI tak mampu berbuat apa-apa. Justru ada kesan PSSI begitu perkasa melindungi mafia judi.

Erwin merujuk pernyataan Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dalam diskusi soal sepak bola di Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/12/2018) lalu.

Saat itu, Jokdri--sapaan karib Joko Driyono--menyatakan perputaran uang judi di Liga Indonesia, khususnya di Liga 1, mencapai Rp 70 miliar. Data ini ia ketahui setelah pihaknya mencoba mendeteksi ketidakberesan sepak bola Indonesia melalui pola taruhan dan pergerakan uang di rumah judi.

Di sisi lain, Jokdri menyebut Komisi Disiplin PSSI tidak bisa menghukum Vigit Waluyo yang berulang kali disebut sebagai salah satu otak dari pengaturan skor di sepak bola Indonesia.

Struktur organisasi FIFA, AFC, dan PSSI, klaim Jokdri, menyiapkan perangkat yang namanya kode disiplin, tetapi hanya bisa menghukum mereka yang punya atribut football family (keluarga sepak bola), tidak bisa menghukum bandar judi atau runner.

Menurut Erwin, kalau memang PSSI punya data perputaran uang judi di sepak bola Indonesia, dan bila perangkat aturan PSSI tak bisa menyentuh mereka, PSSI bisa menggandeng Polri.

"Kalau tidak bekerja sama dengan Polri atau bahkan melaporkannya, ada kesan PSSI justru melindungi mafia judi," ujar Erwin, Rabu (19/12).

Bila perangkat aturan di PSSI tak bisa menyentuh runner atau pihak-pihak yang mengatur skor pertandingan, lanjut Erwin, PSSI sama saja melindungi para runner.

"Match fixing, suap, dan judi itu bertali-temali sehingga keduanya harus diberantas secara bersamaan, tidak bisa hanya salah satunya," ucap Erwin.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved