Warga Siap Beberkan Kejanggalan Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman Rabu Besok

Warga sekitar area Pasar Cisalak mengaku sudah menyiapkan seluruh dokumen dan berkas pendukung untuk membeberkan tidak manusiawinya pengerjaan pemagar

Warga Siap Beberkan Kejanggalan Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman Rabu Besok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tim Ombudsman mendatangi lokasi area Pasar Cisalak terkait rencana pemagaran area pasar yang ditolak warga sekitar karena dianggap akan mengisolir rumah dan tempat usaha warga. 

Depok, Warta Kota -- Warga sekitar area Pasar Cisalak mengaku sudah menyiapkan seluruh dokumen dan berkas pendukung untuk membeberkan tidak manusiawinya pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak yang dilakukan Pemkot Depok dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok.

Kesiapan dokumen dan berkas pendukung itu akan dibawa warga dalam rapat mediasi pembahasan pemagaran area Pasar Cisalak yang akan dihelat di Kantor Ombudsman RI di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2018) besok.

Dengan begitu pemagaran area Pasar Cisalak yang direncanakan dengan menutup seluruh akses jalan rumah dan tempat usaha warga sekitar, dibatalkan atau dipastikan dipindahkan titik lokasinya hingga tidak menutup akses jalan warga.

"Kami sudah siap membawa semua dokumen dan berkas pendukung, agar pemagaran area Pasar Cisalak dengan menutup akses jalan rumah dan tempat usaha warga dibatalkan atau dipindah lokasi pagarnya," kata Ujang Romli, perwakilan warga yang juga Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, kepada Warta Kota, Selasa (18/12/2018).

Sebab kata Ujang pemagaran yang direncanakan Pemkot Depok atau Disdagin Depok dilakukan tepat di sepanjang di depan deretan rumah dan tempat usaha warga.

Sehingga pagar tembok setinggi 2,10 meter menutup rumah dan tempat usaha warga hingga tidak memiliki akses jalan di depannya.

"Sehingga sejak awal warga menolaknya dan beberapa kali menghentikan pengerjaan pemagaran," kata Ujang.

Karenanya kata dia pengerjaan yang dianggarkan memakan biaya Rp 1,5 Miliar oleh pelaksana proyek CV Mega Copilas sempat terhenti beberapa lama.

Untuk dokumen dan berkas yang disiapkan kata Ujang terutama adalah sertifikat dan dokumen pendukung kepemilikan lahan 103 warga yang tinggal dan memiliki usaha di sekitar Pasar Cisalak.

Ujang mengatakan warga mengaku sangat menyambut baik undangan Ombudsma karena kali ini rapat mediasi dengan Pemkot Depok yang diwakili Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok bersama Ombudsman tidak digelar di Kompleks Balai Kota Depok tetapi di tempat yang dianggap netral oleh warga.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved