Sistem Ganjil Genap Diminta Diterapkan Seperti Saat Asian Games 2018 Selama 15 Jam

Hal itu disampaikan usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar dengan Selasa 18 Desember 2018.

Sistem Ganjil Genap Diminta Diterapkan Seperti Saat Asian Games 2018 Selama 15 Jam
Warta Kota
Dalam FGD, beberapa usulan meminta agar sistem ganjil genap yang diperpanjang mengalami perubahan waktu, seperti pada saat dilaksanakannya Asian Games 2018 lalu, yakni sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB atau berlaku selama 15 jam lamanya. 

Sejumlah pihak meminta agar sistem ganjil genap tetap diterapkan di tahun depan.

Hal itu disampaikan usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar dengan Selasa 18 Desember 2018.

Dalam FGD, beberapa usulan meminta agar sistem ganjil genap yang diperpanjang mengalami perubahan waktu, seperti pada saat dilaksanakannya Asian Games 2018 lalu, yakni sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB atau berlaku selama 15 jam lamanya.

Sedangkan penerapan harinya masih sama seperti dulu, yakni saat hari kerja dari Senin hingga Jumat. Gage diharapkan tak diberlakukan di hari libur Sabtu dan Minggu serta libur nasional.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan usulan ini keluar karena berdasar sistem gage yang ada sekarang para pengendara pilih menunggu jam-jam gage usai.

Untuk diketahui sistem gage yang berlaku sekarang dibagi jadi dua segmen, yaitu 06.00 WIB pagi hingga pukul 10.00 WIB kemudian dilanjut pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.

"Kalau dibagi persegmen macetnya bergeser diluar waktu tersebut dan mereka nunggu," kata Budiyanto, Selasa (18/12/2018).

Kemudian, sistem gage diminta juga bisa diintegrasikan dengan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Jakarta.

Diharapkan sistem gage bisa juga mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

Lalu, ada juga wacana pengendalian sepeda motor.

Tapi, bukan berarti bahwa sepeda motor juga akan terkena sistem gage.

"Kita mau mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved