Sistem Ganjil Genap di Jakarta Diusulkan Terhubung Tilang Elektronik

Mengusulkan agar sistem tilang elektronik (E-Tilang) dapat terhubung dengan sistem ganjil genap yang berlaku di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Sistem Ganjil Genap di Jakarta Diusulkan Terhubung Tilang Elektronik
Warta Kota/Adhy Kelana
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Jajaran pemerintah bidang lalu lintas dan angkutan jalan bersama perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat mengusulkan agar sistem tilang elektronik (E-Tilang) dapat terhubung dengan sistem ganjil genap yang berlaku di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Kepala Subdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto mengatakan, hasil diskusi tersebut merekomendasikan agar sistem ganjil genap yang akan usai pada 31 Desember 2018 kembali diberlakukan pada Senin-Jumat mulai pukul 06.00 WIB-21.00 WIB.

Apabila ganjil genap dilanjutkan, kata Budiyanto, penindakan hukum untuk pengendara yang melanggar dapat dideteksi melalui kamera CCTV sistem tilang elektronik, seperti dilansir Antaranews.com, Selasa (18/12/2018).

Aturan tilang elektronik telah berlaku di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin sejak 1 November.

Budiyanto mengatakan, para peserta sepakat bahwa pembatasan lalu lintas melalui sistem ganjil genap turut meningkatkan produktivitas ekonomi.

Alasannya arus kendaraan yang berjalan lebih lancar selama sistem ganjil genap berlaku dapat mempercepat distribusi jasa dan barang sehingga risiko waktu dan uang yang dikeluarkan akibat macet dapat berkurang.

Budiyanto mengatakan, hasil diskusi itu akan diteruskan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjadi salah satu pertimbangan membuat kebijakan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Keputusan Gubernur No.106/2018 mengatur pembatasan lalu lintas dengan skema ganjil genap di sembilan ruas jalan, di antaranyaJalan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman dan sebagian Jalan Jenderal S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan KS Tubun).

Juga, Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Aturan ganjil genap di ibukota berlaku sejak 15 Oktober dan akan berakhir pada 31 Desember.

Sistem Ganjil Genap di Jakarta Agar Dilanjutkan dan Berlaku Hingga Pukul 21.00 WIB

BPTJ Minta Ganjil Genap Diperpanjang, Dishub DKI Masih Evaluasi

BPTJ Usulkan Perluasan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga ERP Berfungsi

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved