Ada Wacana Sepeda Motor Bakal Dibatasi Lagi di Jalan-jalan Protokol Ibu Kota

PARA pemangku kepentingan mengusulkan agar ada pengendalian kendaraan roda dua untuk menghilangkan kesan diskriminatif bagi pengendara.

Ada Wacana Sepeda Motor Bakal Dibatasi Lagi di Jalan-jalan Protokol Ibu Kota
Warta Kota/Henry Lopulalan
Foto ilustrasi: Polisi lalu lintas menilang pengendara sepeda motor yang menerobos jalan layang non tol (JLNT) Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018). 

PARA pemangku kepentingan bidang lalu lintas dan angkutan jalan, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat mengusulkan agar ada pengendalian kendaraan roda dua untuk menghilangkan kesan diskriminatif bagi pengendara yang terdampak aturan ganjil genap

Salah satu peserta diskusi, Kepala Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto menyebut, di Jakarta, Selasa (18/12/2018), peserta diskusi merekomendasikan agar Gubernur Anies Baswedan melanjutkan kebijakan ganjil genap pada Senin-Jumat, mulai pukul 06.00 WIB-21.00 WIB, seraya mengatur jumlah kendaraan roda dua yang dapat melintas di jalan protokol ibu Kota. 

"Pengendalian kendaraan roda dua, sebagaimana disepakati peserta diskusi, merupakan upaya membuat kebijakan yang adil, artinya, menyasar pada seluruh kelompok pengendara," kata AKBP Budiyanto menyampaikan hasil diskusi yang digelar di Kantor Dinas Perumahan Rakyat DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, pengendalian kendaraan roda dua pada ruas jalan terdampak ganjil-genap, juga diyakini dapat ikut berkontribusi meningkatkan kecepatan berkendara, sehingga arus lalu lintas lebih lancar dan produktivitas distribusi barang serta jasa pun meningkat. 

Dalam forum diskusi yang digagas Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan dipandu oleh Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas itu, para peserta turut menyampaikan apabila sistem ganjil-genap diteruskan, penindakan hukumnya agar terhubung dengan tilang elektronik yang telah berlaku sejak 1 November di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

Pembatasan lalu lintas melalui skema ganjil-genap sendiri berlaku sejak 15 Oktober dan akan berakhir pada 31 Desember di sembilan ruas jalan Ibu Kota. 

Sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur No.106/2018, sembilan ruas jalan itu, antara lain:

- Jalan Merdeka Barat,

- Jalan MH Thamrin,

- Jalan Jenderal Sudirman,

- sebagian Jalan Jenderal S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Jalan KS Tubun),

- Jalan Gatot Subroto,

- Jalan HR Rasuna Said,

- Jalan Jenderal MT Haryono,

- Jalan Jenderal DI Panjaitan,

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved