Warga Pasar Cisalak Antusias Menyambut Baik Undangan Rapat Mediasi Ombudsman

Warga cukup antusias dan menyambut baik undangan Ombudsman ini karena akan dilakukan di kantor Ombudsman RI.

Warga Pasar Cisalak Antusias Menyambut Baik Undangan Rapat Mediasi Ombudsman
Warta Kota
Tim Ombudsman mendatangi lokasi area Pasar Cisalak terkait rencana pemagaran area pasar yang ditolak warga sekitar karena dianggap akan mengisolir rumah dan tempat usaha warga. 

Ratusan warga sekitar Pasar Cisalak mengaku telah menerima undangan rapat mediasi oleh Ombudsman RI terkait pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Para warga mengaku sangat menyambut baik undangan tersebut karena kali ini rapat mediasi dengan Pemkot Depok yang diwakili Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok bersama Ombudsman tidak digelar di Kompleks Balai Kota Depok tetapi di tempat yang dianggap netral oleh warga.

Yakni di Kantor Ombudsman RI di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/12/2018) mendatang.

"Warga cukup antusias dan menyambut baik undangan Ombudsman ini karena akan dilakukan di kantor Ombudsman RI bukan di Kompleks Balai Kota Depok, seperti sebelumnya" kata Ujang Romli, perwakilan warga yang juga Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, Senin (17/12/2018).

Seperti diketahui dalam rapat pembahasan atau mediasi sebelumnya, Jumat (7/12/2018) digelar di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Depok di Kompleks Balai Kota Depok di Jalan Margonda, Depok.

Saat itu rapat pembahasan yang dilakukan tidak ditemukan titik temu alias deadlock. Sebab Ombudsman tidak menawarkan opsi pembatalan pemagaran area Pasar, yang jelas-jelas menutup jalan warga dan pemilik usaha di sekitar pasar sehingga mereka menjadi terisolasi.

Karenanya warga meminta Ombudsman melihat langsung lokasi di lapangan dan tidak hanya mendengar pemaparan dari Disdagin Depok saja.

Ombudsman pun memenuhi permintaan warga beberapa hari kemudian. Dalam sidaknya Ombudsman cukup kaget dengan fakta di lapangan, karena pemagaran benar-benar menutup akses jalan warga di sekitar pasar dan akan membuat mereka yang tinggal terisolir.

"Kami juga meminta waktu itu agar rapat mediasi selanjutnya digelar di tempat netral atau di Kantor Ombudsman, bukan di Kompleks Balai Kota Depok," kata Ujang.

Sebab kata dia saat rapat pertama di gelar di Kompleks Balai Kota Depok, sebelumnya pihak Ombudsman yang dipimpin staf ahli Dominikus, dibriefing terlebih dahulu oleh Disdagin Depok.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved