Pemilu 2019

Ini yang Dilakukan KPU unuk Menjamin Keamanan Kotak Suara

KOMISIONER KPU Pramono Ubaid Tantowi meminta semua pihak tidak mempersoalkan kotak suara di Pemilu 2019.

Ini yang Dilakukan KPU unuk Menjamin Keamanan Kotak Suara
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik (kiri) dan Pramono Ubaid Tantowi (kanan), menunjukan kotak suara berbahan dasar karton, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (14/12/2018). 

KOMISIONER KPU Pramono Ubaid Tantowi meminta semua pihak tidak mempersoalkan kotak suara di Pemilu 2019.

Menurutnya, kotak suara itu layak digunakan untuk menampung surat suara. Dia menilai, apa yang dipermasalahkan sejumlah pihak sebenarnya bukan bahan dasar dari pembuatan kotak suara, tetapi jaminan keamanan dari kotak suara tersebut.

"Sebenarnya, isunya bukan soal bahan yang dipakai, tetapi soal jaminan keamanan perolehan suara. Jadi ini orang menyisir isu orang mempersoalkan bahan, tetapi yang disasar jaminan keamanan," kata Pramono, Minggu (16/12/2018).

Bukan Kardus, KPU Sudah Pakai Kotak Suara Berbahan Dasar Karton Sejak Pemilu 2014

Dia menjelaskan, pembuatan kotak suara itu dilakukan di pabrik pembuatan. Setelah kotak suara selesai, kata dia, lalu didistribusikan ke gudang KPU di kabupaten/kota yang disewa sampai penyelenggaraan pemilu selesai.

"Sekarang ini kan disimpan sampai nanti Bulan Februari-Maret. Nanti, surat suara masuk langsung dilakukan penyortiran. Dilipat lalu dihitung. Itu masih di kabupaten/kota," jelasnya.

Surat suara tak langsung dimasukkan ke kotak suara. Namun, kata dia, ditaruh di amplop kertas, dibungkus plastik, lantas dimasukkan ke kotak suara. Kemudian, kotak suara yang mau diangkat itu dibungkus plastik lagi.

Kali Samping Unisma Bekasi Penuh Sampah dan Beraroma Tak Sedap

"Jadi dua kali bungkus plastik," tuturnya.

Sementara, jika terjadi musibah seperti di Badung, Bali, maka dia menegaskan, telah terjadi force majeur sehingga dapat berimplikasi pada penundaan pemilu.

"Jadi kalau ada musibah memungkinkan menunda pemilu, jadi bukan soal surat suara dan kotak suara, pemilunya bisa diberhentikan," paparnya. (*)

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved