Enam Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia Raih IMA Award 2018

Sebanyak enam perusahaan tambang terbesar di Indonesia mendapatkan penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2018.

Enam Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia Raih IMA Award 2018
Tribunnews.com
Armada alat berat PT Kaltim Prima Coal saat beroperasi. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sebanyak enam perusahaan tambang terbesar di Indonesia mendapatkan penghargaan Indonesian Mining Association (IMA) Award 2018.

Keenam perusahaan itu mendapatkan penghargaan tersebut, karena memberikan kontribusi besar kepada negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PT Kaltim Prima Coal memenangi IMA Award 2018. Sebab, perusahaan tersebut berkontribusi sebesar Rp 6,6 triliun.

Kemudian juara kedua diraih PT Adaro Indonesia dengan kontribusi Rp 4,2 triliun. Lalu, PT Kideco Jaya Agung di tempat ketiga dengan Rp 2,58 triliun.

Selanjutnya PT Berau Coal di posisi keempat dengan Rp 2,57 triliun. Di urutan kelima didapat PT Arutmin Indonesia dengan Rp 2,4 triliun, dan PT Freeport Indonesia di tempat keenam dengan Rp 2,02 triliun.

Penghargaan IMA Award 2018 kepada enam perusahaan tersebut diserahkan di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Dalam pemberian penghargaan itu dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, beserta beberapa pejabat dari Kementerian ESDM, dan perwakilan perusahaan tambang anggota IMA, Ido Hutabarat,

Ketua IMA, Ido Hutabarat, menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan kepada mereka sebagai bentuk apresiasi kepada anggota perusahaan tambang dan industri pendukung atas kinerja yang dihasilkan.

"Pencapaian di sektor pertambangan, baik soal lingkungan, tenaga kerja, maupun kontribusinya bagi negara patut diapresiasi, karena hal ini merupakan bentuk komitmen dan hasil kerja keras perusahaan-perusahaan yang ada di sektor pertambangan. IMA Awards juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi semua pihak agar dapat meningkatkan kinerja masing-masing," kata Ido di Gajah Building, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018).

Ido menambahkan bahwa proses pemilihan nominasi dan penetapan pemenang IMA Awards 2018 untuk setiap kategori dilaksanakan oleh tim penilai dan tim teknis yang diketuai oleh Djoko Widajatno, Plh. Direktur Eksekutif API-IMA dengan anggota tim penilai yang terdiri dari perwakilan dari praktisi pertambangan serta Tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan penilaian tersebut diperoleh pemenang untuk masing masing kategori adalah perusahaan tambang pembayar PNBP terbesar.

Kemudian perusahaan yang melakukan pengelolaan lingkungan terbaik, perusahaan yang melakukan pengelolaan keselamatan pertambangan terbaik, dan perusahaan yang telah melakukan realisasi investasi berdasarkan RKAB terbaik.

Selanjutnya adalah perusahaan yang mensuplai DMO tertinggi, perusahaan yang telah berupaya menggunakan produk dalam negeri, dan perusahaan yang telah menerapkan konservasi mineral ikutan terbaik, dan perusahaan jasa pertambangan yang melakukan kaidah pertambangan terbaik.

Ido menyatakan bahwa pada periode 31 Agustus 2018, realisasi PNBP sektor minerba tercatat mencapai Rp 32,2 triliun atau 101% dari target di APBN 2018 yaitu sebesar Rp 32,09 triliun. Sementara untuk tahun 2019, pemerintah telah mencanangkan target PNBP minerba sebesar Rp 41,82 triliun. (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved