Bos Honda Sindir Valentino Rossi Tidak Mau Akui Masa Kejayaannya Berakhir

Rossi menjadi salah satu legenda hidup di MotoGP dengan torehan tujuh gelar juara dunia. Namun, dia tak mampu menambah koleksi gelarnya sejak 2009.

Bos Honda Sindir Valentino Rossi Tidak Mau Akui Masa Kejayaannya Berakhir
MotoGP
Valentino Rossi pada sesi kualifikasi, Sabtu (8/9/2018) di Sirkuit Misano, Italia. 

BOS Honda, Alberto Puiq, melontarkan sindiran pedas kepada pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Menurut Puiq, The Doctor sulit mengakui masa kejayaannya di MotoGP telah berakhir. 

Rossi menjadi salah satu legenda hidup di MotoGP dengan torehan tujuh gelar juara dunia. Namun, dia tak mampu menambah koleksi gelarnya sejak 2009.

Pada 2015, rivalitas Rossi dengan jagoan Repsol Honda, Marc Marquez, memanas. Meski kini sudah mereda, hubungan mereka belum sepenuhnya membaik. 

"Valentino pembalap hebat. Dia mendapatkan seluruh respek dari saya. Pada usianya sekarang (39 tahun), dia masih punya gairah, talenta untuk melaju kencang, dan tak bisa menerima tak mampu menang," kata Puig kepada harian Spanyol La Vanguardia, seperti dilansir Motorsport dikutip dari bola.com.

Kevin dan Marcus Ikut di Kejurnas PBSI

"Namun, dia sulit menerima momennya telah berakhir. Kadangkala metode yang digunakannya tak tepat," sindir Puig. 

Puig menegaskan status pembalap nomor satu di MotoGP kini ditempati Marquez. Menurutnya, fakta tersebut tak bisa dibantah lagi. 

"Saya tak pernah melihat Marquez melewati batas atau melakukan sesuatu yang jahat terhadap Rossi. Hal yang terjadi selalu insiden balapan," tegas Puig. 

"Saya menghormati Valentino Rossi, tapi dalam hidup sesuatu pasti ada momenya. Suka atau tidak, Marc adalah nomor satu," tegas dia.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved