Dapat Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara, Jokowi Bicara Kabut Asap di Riau

PRESIDEN Joko Widodo menerima gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru.

Dapat Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara, Jokowi Bicara Kabut Asap di Riau
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Presiden Joko Widodo menerima gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018) pagi. 

PRESIDEN Joko Widodo menerima gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu Riau, di Balai Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru, Sabtu (15/12/2018) pagi.

Prosesi penabalan gelar adat kehormatan digelar dengan upacara adat di dalam rumah panggung itu, dihadiri masyarakat adat Riau dan ribuan warga yang memenuhi Jalan Diponegoro, tempat berlangsungnya upacara.

Dalam upacara itu, Presiden Jokowi dipasangkan busana kebesaran adat melayu, tanjak, selempang, dan keris oleh Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Datuk Sri Haji Al-Ahzar, Ketua Harian LAM Riau Datuk Sri Syahril Abu Bakar, dan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasim.

TGB Minta Tokoh Umat Hadirkan Keadaban Islam yang Baik di Ruang Publik

Saat menyampaikan sambutan, Jokowi membawakan pantun:

Padat tembaga jangan dituang
Kalau dituang melepuh jari
Adat Melayu Riau harus dipegang
Agar mulia seluruh negeri

"Saat saya pertama membaca arti gelar adat ini, saya ingat saat dilantik menjadi Presiden. Bagian jadi Presiden berbakti pada nusa bangsa, diberi amanah menjaga Indonesia yang terkandung dalam UUD 1945," tuutr Jokowi.

Dinilai Ikuti Gaya Donald Trump, Kubu Jokowi Sarankan Prabowo Jadi Capres Amerika Serikat Saja

Amanah tersebut, lanjutnya, termasuk menjaga budaya Indonesia, salah satunya adat budaya Melayu Riau.

Jokowi lantas menyinggung soal kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan di Riau.

"Tadi disampaikan oleh Datuk Sri Syahril Abu Bakar mengenai asap. Saya ingin cerita soal asap. Masalah asap ini sudah 17 tahun sulit diselesaikan, karena di dalamnya kompleks bermacam kepentingan," papar Jokowi.

Maruf Amin: Satu Hari Tidak Ketemu Wartawan, Pusing Saya

Jokowi melanjutkan, berkat kerja sama masyarakat, lembaga adat, LSM, dan perjanjian dengan Panglima TNI, Kapolri, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, serta Kapolres, bahwa jika masih ada asap di Riau, para pejabat tadi bakal ia copot.

"Artinya kalau ada api ada asap. Misalnya di kabupaten, Danrem-nya tanggung jawab, kalau enggak bisa selesaikan itu diganti," tegas Jokowi. (*)

Penulis: Alex Suban
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved