Sebanyak 32 Ribu e-KTP Tak Terpakai Warga Depok Dimusnahkan

Diarmansyah mengatakan e-KTP yang dimusnahkan ini merupakan e-KTP warga Depok yang sudah tidak berlaku lagi atau tak terpakai lagi.

Sebanyak 32 Ribu e-KTP Tak Terpakai Warga Depok Dimusnahkan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12). 

Depok, Warta Kota -- Sebanyak 32 ribu e-KTP warga Kota Depok yang dinyatakan tak terpakai lagi dimusnahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jumat (14/11/2018).

Pemusnahan dilakukan di halaman Balai Kota Depok, dengan dibakar.

Kabid Kependudukan, Disdukcapil Depok, Diarmansyah, mengatakan e-KTP yang dimusnahkan ini merupakan e-KTP warga Depok yang sudah tidak berlaku lagi atau tak terpakai lagi.

Diantaranya karena mutasi data termasuk pindah alamat dan peribahan status serta e-KTP rusak akibat berbagai hal mulai gagal cetak dan lainnya.

"Jadi totalnya ada sebanyak 32 Ribu e-KTP yang kami musnahkan kali ini," katanya, Jumat (14/12/2018).

Menurut Diarmansyah dengan pemusnahan ini diharapkan tidak ada lagi e-KTP yang tak terpakai dan rusak dan masih tersisa di gudang Disdukcapil Depok.

Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12).
Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh pihak manapun," katanya.

Kepala Disdukcapil Depok, Misbahul Munir menjelaskan, pemusnahan e-KTP ini adalah hal harus dilakukan untuk pengamanan dan mencegah adanya temuan bekas e-KTP seperti yang terjadi di Jakarta Timur.

"Pemusnahan dalam bentuk pembakaran terhadap dokumen negara seperti e-KTP ini pelaksanaannya dilakukan serentak di seluruh Indonesia," katanya.

Munir memastikan e-KTP yang dimusnahkan merupakan e-KTP yang sudah tak terpakai dan rusak. "Semuanya sudah ada selama satu tahun ini di gudang kami," tegasnya.

Menurut Munir pemusnahan e-KTP ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan, terutama untuk kepentingan Pemilu mendatang.

"Karena ini tahun politik, tentu kami juga tidak ingin terjadi peristiwa ditemukannya e-KTP yang tercecer di jalan seperti kejadian di Bogor atau Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Dimana hal itu bisa dijadikan isu politik," katanya.

Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12).
Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Munir menambahkan dengan pemusnahan bahwa dapat mencegah penyalahgunaan e-KTP bekas yang tak terpakai tersebut.

"Sebab Kementerian Dalam Negeri audah memerintahkan harus dilaksanakan pemusnahan dengan pembakaran e-KTP yang tak terpakai dan rusak. Sampai jangan ada yang tersisa lagi," katanya.(bum)

Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12).
Suasana pemusnahan e-KTP oleh Disdukcapil Depok di halaman Balai Kota Depok, Jumat (14/12). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved