Ini Alasan Pemkot Depok Ngotot Lakukan Pemagaran Pasar Cisalak

Alasan pihaknya tetap berupaya melakukan pemagaran area Pasar Cisalak adalah untuk melindungi kepentingan seribuan pedagang di dalam gedung pasar

Ini Alasan Pemkot Depok Ngotot Lakukan Pemagaran Pasar Cisalak
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tim Ombudsman mendatangi lokasi area Pasar Cisalak terkait rencana pemagaran area pasar yang ditolak warga sekitar karena dianggap akan mengisolir rumah dan tempat usaha warga. 

Depok, Warta Kota -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok tetap ngotot dan berupaya melakukan pemagaran area Pasar Cisalak sekalipun mendapat penolakan dari warga sekitar dan sudah beberapa kali pengerjaannya berhasil dihentikan warga.

Kepala Disdagin Depok, Kania Parwati menuturkan bahwa alasan pihaknya tetap berupaya melakukan pemagaran area Pasar Cisalak adalah untuk melindungi kepentingan seribuan pedagang di dalam gedung Pasar Cisalak.

Sebab keberadaan mereka di dalam gedung pasar menjadi sepi pembeli, akibat banyaknya warga sekitar yang membuka usaha di sekitar gedung pasar

"Selain itu distribusi barang pedagang dari dan ke dalam pasar selalu terhambat akibat akses jalan masuk yang selalu dipenuhi pembeli ke tempat usaha milik warga sekitar," kata Kania.

Karenanya pihaknya berkewajiban menata pasar dan memberikan kepastian terhadap seribuan pedagang di dalam gedung baru pasar.

"Jadi untuk melindungi anak-anak kami para pedagang di dalam pasar kami memutuskan untuk memagar area pasar, selain untuk menjaga aset pasar. Jika ada ratusan warga sekitar menolak, kami harap mereka berjualan di dalam pasar dan kami beri kemudahan," kata Kania.

Ke depan ia berharap warga sekitar mau menerima rencana pemagaran area aosaf setelah dimediasi Ombudsman.

"Apapun pandangan dan putusan Ombudsman akan kami terima. Termasuk pembatakan rencana pemagaran. Namun jika Ombudsman memutuskan pemagaran layak dilanjutkan, maka warga harus menerima juga," kata dia.

Seperti diketahui rencana proyek pemagaran area Pasar Cisalak yang akan menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 Miliar lebih ditolak warga sekitar.

Penyebabnya pemagaran dilakukan pula di akses jalan masuk pasar tepat di depan pintu rumah dan tempat usaha warga.

Hal ini mengakibatkan rumah dan tempat usaha warga terisolasi karena tak memiliki akses keluar masuk lagi.

Karenanya beberapa kali warga sekitar berhasil menghentikan upaya pemagaran area pasar dan membuat kondisi sekitar area pasar menjadi rawan konflik.

Bahkan warga terus berjaga-jaga di dua tenda dan posko yang dibangun di sana untuk memastikan pengerjaan pemagaran area pasar tidak dilanjutkan.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved