Penipuan

Berlagak Jadi Pembeli, Jaelani Bawa Kabur Motor dari Showroom

Jaelani membawa kabur satu unit sepeda motor dari showroom penjualan motor bekasi di Cilandak, Jakarta Selatan.

Berlagak Jadi Pembeli, Jaelani Bawa Kabur Motor dari Showroom
Daily Timus
Ilustrasi pencurian motor 

WARTA KOTA, CILANDAK --- Jaelani (35), residivis, membawa kabur satu unit sepeda motor dari showroom penjualan motor bekasi di Cilandak, Jakarta Selatan.

Namun, akisnya itu tidak berlangsung lama karena polisi segera menyelidiki kasus tersebut dan membekuk jaelani.

Kapolsek Cilandak, Kompol Kasto mengungkapkan, Jaelani baru satu bulan keluar dari LP Cipinang dengan kasus serupa.

"Pelaku ini kerap melakukan penipuan, bahkan sebulan keluar dari sel, mengulangi perbuatannya lagi sudah 6 motor dibawa kabur oleh tersangka," kata Kapolsek Cilandak, Kompol Kasto di Mapolsek Cilandak, Jumat (14/12/2018).

Sindikat Pencurian Sepeda Motor Gasak 8 Sepeda Motor dalam Satu Hari

Kompol Kasto mnambahkan, aksi kejahatan terakhir pelaku dengan modus uji coba atau tes drive sepeda motor yang pura-pura akan dibelinya di showroom di Jalan Margasatwa Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

"Dia pura-pura sebagai pembeli, lihat-lihat motor, lalu meminta tes drive, kemudian motor Showroom dibawa kabur sepeda motor Honda Vario senilai Rp11 juta," katanya.

Pemilik showroom jual beli motor bekas, Khairuhman, kemudian melaporkan kejadian itu, Senin (10/12) siang lalu. Setelah mendapat laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan.

"Setelah mendapatkan gambaran dari pemeriksaan saksi-saksi, maka kami lakukan pengejaran terhadap pelaku," ucapnya.

Dua Pelaku Pencurian Motor Dibekuk saat Razia Kendaraan Bermotor di Cengkareng Barat

Pelaku dibekuk di rumah kontrakan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Ternyata tersangka merupakan residivis baru keluar dari Lapas Cipinang pada Oktober 2018 lalu. Barang bukti enam sepeda motor kami sita," ucapnya.

Jaelani mengatakan, satu unit sepeda motor yang dicurinya dijual bervariasi antara Rp1,2 juta hingga Rp2 juta. "Uangnya untuk kebutuhan hidup saja," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 378 Jo pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun pidana penjara.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved