Trend Advertising 2019, pemasang iklan cenderung 'wait and see'

Kondisi akhir tahun 2018 bisa menjadi gambaran. Ketika situasi ekonomi kurang baik bagi industri, belanja iklan terkena dampaknya.

Trend Advertising 2019, pemasang iklan cenderung 'wait and see'
ist
Maya Watono, Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia (kedua kiri); Antonius Pribadi, Managing Director DSP Media (ketiga kiri); dan Aloysia Dian, General Manager Vizeum (kanan) dalam media gathering di Jakarta, Kamis (13/12). 

Tahun  2019 mendatang masih menjadi pertimbangan bagi para pemasang iklan untuk tetap beriklan  atau cenderung wait and see. Apalagi tahun 2019 adalah tahun politik, yaitu periode kampanye, pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden.

Hal itu diungkapkan Maya Watono, CEO Dwi Sapta Group (A Dentsu Aegis Network),  di Jakarta, Kamis (13/12). Dwi Sapta Group merupakan salah satu perusahaan agensi periklanan lokal terbesar di Indonesia.

Maya mengatakan saat ini kondisi pasar memang sedang melambat. Apalagi jika berbicara mengenai disrupsi, terutama dari sisi digital, sangat penting bagi industri periklanan untuk bisa menyikapi tantangan yang sedang terjadi.

“Karena disrupsi adalah global trend, yang lalu menjadi ASEAN trend, dan sekarang menjadi Indonesian trend. Jadi tidak bisa dipungkiri, adanya fenomena ini, business model pun sudah berubah, yang tadinya konvensional, sekarang semuanya sudah mengarah ke digital,” ujarnya.

Maya menambahkan, kondisi akhir tahun 2018 bisa menjadi gambaran. Ketika situasi ekonomi kurang baik bagi industri, yang ditandai meroketnya nilai dollar Amerika belanja iklan terkena dampaknya.

“Belanja iklan 2018, menurut Nielsen sampai dengan Oktober 2018, hanya bertumbuh 4 persen,” jelas putri pendiri Dwi Sapta, Adjie Watono ini.

Menurut Maya, iklan televisi dan digital masih akan dominan, menggeser jenis iklan konvensional lainnya. Iklan televisi cenderung dominan karena tingkat penetrasi dan area cakupannya yang lebih besar dibanding jenis iklan lainnya.

Sementara iklan digital belum mampu menggeser iklan televisi karena infrastruktur dan teknologi informasi belum merata persebarannya.

CEO Termuda

Terhitung Januari 2019, Maya Watono bakal dipercaya menjadi Country CEO Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia, sebagai salah satu Group Advertising agency besar di Indonesia. Di usia 36 tahun, Maya Watono menjadi wanita pertama dan termuda yang berhasil menempati posisi puncak kepemimpinan di DAN Indonesia.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved