Fintech

Sejak Agustus, Pohon Dana Salurkan Dana hingga Rp 140 Miliar untuk 6.000 Peminjam

PERUSAHAAN fintech (financial technology) Pohon Dana berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 140 miliar pada 2018 lalu.

Sejak Agustus, Pohon Dana Salurkan Dana hingga Rp 140 Miliar untuk 6.000 Peminjam
Istimewa
PRESIDEN Direktur Pohon Dana Yu Ek, didampingi Victoria Tahir selaku CEO Pohon Dana, menjelaskan tentang pencapaian Pohon Dana sepanjang 2018 di Four Points Hotel, Thamrin, Jakarta, Rabu (12/12/2018). 

PERUSAHAAN fintech (financial technology) Pohon Dana berhasil menyalurkan pinjaman sebesar Rp 140 miliar sejak Agustus 2018.

Pertumbuhan ini paling pesat dibandingkan pemain peer-to peer pending lainnya di Tanah Air mengingat perushaaan yang didukung oleh Mayapada Group ini baru terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2018.

“Sejak Agustus lalu hingga saat ini kami sudah berhasil menyalurkan pinjaman Rp 140 miliar kepada lebih dari 6.000 peminjam. Sebagian besar peminjam berasal dari UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” kata Yu Ek, Presiden Direktur Pohon Dana, kepada para wartawan di Four Points Hotel, Thamrin, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Mau Main Salju di London? Yuk, ke Pondok Indah Mall Aja!

Tunjuk Sinergi Stern Investindo, LLC, Investor Besar AS Siap Bangun Properti di Indonesia

Melihat pertumbuhan yang positif selama 2018 ini, Pohon Dana menargetkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 1 triliun kepada 20.000 peminjam pada 2019.

“Kami optimis dengan target ini. Pasalnya, prospek industri fintech di ndonesia sangat bagus. Data OJK menunjukkan total pinjaman melalui fintech telah mencapai Rp 13 triliun tahun ini,” papar Yu.

Selain itu, Pohon Dana juga mendapat dukungan dari Bank Mayapada International  yang merupakan salah satu lembaga keuangan terkemuka.

“Pertumbuhan pesat yang kami alami tahun ini tidak lepas dari ketersediaan sumber dana dari Bank Mayapada. Inilah kekuatan kami yang tidak dimiliki perusahaan fintech lainnya,” papar Yu.

Segmen menengah bawah

Pohon Dana menyasar segmen menengah bawah untuk menunjang program pemerintah terkait dengan inklusi keuangan. Dari total pinjaman yang telah disalurkan, rata-rata pinjaman yang diberikan adalah Rp 20 juta per orang.

Untuk memudahkan para peminjam, perhitungan suku bunga, baik untuk pendana maupun peminjam, juga disimplifikasi sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Hal ini juga dilakukan untuk memaksimalkan investasi.

“Kami tidak mengenakan biaya administrasi kepada peminjam. Kami hanya mengenakan provisi plus bunga biar perhitungan lebih simpel. Bagi kami, transparansi adalah prioritas,” kata Victoria Tahir, CEO Pohon Dana.

Saat ini Pohon Dana telah menjangkau wilayah Pulau Jawa, Sumatera hingga Bali. Tahun 2019 nanti, perusahaan fintech ini akan mempeluas akses pinjaman ke micro borrower seperti petani dan masyarakat di Indonesia Timur.

“Seperti motto kita ‘Financial Blessing for All Especially those Needed The Most’, kami akan memperluas akses keuangan bagi saudara-saudara kita yanga kena bencana alam untuk membantu mereka bangkit. Saat ini kami tengah mengakaji kerjasama dengan petani jagung di Palu,” tutur Victoria. 

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved