Sebanyak 37 PSK dan 12 Anak Jalanan di Depok Terjaring Razia Satpol PP

Sebanyak 37 pekerja seks komersil dan 12 anak jalanan terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Depok.

Sebanyak 37 PSK dan 12 Anak Jalanan di Depok Terjaring Razia Satpol PP
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Puluhan PSK dan anak jalanan yang terkena razia Satpol PP Depok dikumpulkan dan didata. 

Sebanyak 37 pekerja seks komersil (PSK), dan 12 anak jalanan, terjaring razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok.

Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri, razia mulai Rabu (12/12/2018) malam hingga Kamis (13/12/2018) dinihari.

Selain itu petugas juga menyita 190 botol minuman keras dari beberapa lokasi hiburan malam dan penjual miras di Depok.

Razia kali ini juga berhasil menertibkan sebanyak 36 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan atau pedestrian di sepanjang Jalan Margonda, Depok.

Plt Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menjelaskan bahwa operasi kali ini digelar dengan menyasar semua hal yang dianggap melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Pembinaan dan Pengawasan dan Ketertiban Umum (Tibum).

Sebab kata dia keberadaan para PSK, anak jalanan, para PKL serta penjual miras berpotensi dan meresahkan masyarakat.

"Para PSK kita jaring dari beberapa hotel kelas melati serta tempat hiburan di Depok terutama di wilayah bagian timur Kota Depok yakni Cimanggis dan sekitarnya," katanya.

Sementara para anak jalanan kata Yayan sebagian besar dijaring petugas dari Jalan Margonda, dan Jalan Juanda serta Jalan Tole Iskandar di Depok.

"Mereka semua kami amankan ke Kantor Satpol PP Depok untuk didata serta kemudian kami serahkan ke Dinsos Depok untuk dilakukan pembinaan," kata Yayan.

Diharapkan kata dia dengan operasi ini serta dilakukan pembinaan para PSK dan anak jalanan tidak lagi mengulangi perbuatannya dan melakukan hal yang sama.

Sementara untuk miras yang disita, pihaknya kata Yayan juga mendata para penjual miras.

Mereka kata Yayan akan diajukan ke pengadilan dengan dijerat tindak pidana ringan (tipiring) berupa pelanggaran Perda Depok tentang Ketertiban Umum.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved