Investor Eropa Sasar Industri Kapas Indonesia

Jika kabar ini terealisasi, kata dia,maka investor Eropa bisa dibilang sangat agresif berekspansi ke Indonesia.

Investor Eropa Sasar Industri Kapas Indonesia
Kontan
ILUSTRASI. Pabrik kapas 

Industri pengolahan kapas di Indonesia dinilai semakin menjanjikan. Investor asal Eropa dikabarkan akan berinvestasi ratusan juta dollar untuk mengembangkan sektor kapas, mulai dari kapas untuk kecantikan, kesehatan dan industri.

Pengamat bisnis dan investasi dari DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan investor asal Eropa tersebut. Pertama, membangun pabrik sendiri dengan skema Foreign Direct Investment (FDI), dan kemungkinan lainnya bermitra dengan perusahaan domestik yang sudah eksis.

"Saya perkirakan, investor tersebut akan menggandeng perusahaan lokal. Hal itu sebagai upaya mereka memitigasi risiko berbisnis di Indonesia," ujar Djoko kepada wartawan, di Jakarta.

Jika kabar ini terealisasi,  kata dia,maka investor Eropa bisa dibilang sangat agresif berekspansi ke Indonesia. Sebelumnya, produsen ban asal Eropa Michelin sudah lebih dulu dengan merealisasikan investasinya. Berpatungan dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), keduanya membangun pabrik synthetic rubber senilai USD 435 juta.

Investor asal Prancis, Vinci, juga bekerjasama dengan BUMN Indonesia Tourisme Development Corporation (ITDC) berencana membangun sirkuit Moto GP di kawasan pariwisata Mandalika, NTB, senilai USD 1 miliar.

Djoko menambahkan, masuknya investor asing ke Indonesia sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia kondusif.  "Masuknya investor asing bisa ikut mengembangkan industri lokal karena kekuatan modal yang dimiliki. Dan ini bisa terjadi jika industri lokal dilibatkan sebagai partner lokal," papar Djoko.

Selain dari Eropa, Cina, dan Korea Selatan, juga berencana mengembangkan bisnis kapas di Indonesia. Hal itu karena adanya keterbatasan aturan di masing-masing negara tersebut, sehingga tidak dapat mengembangkan bisnis kapas disana.  Saat ini hanya ada dua produsen kapas untuk kecantikan, kesehatan dan industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir di Indonesia. Salah satunya perusahaan terbuka, yang sahamnya sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved