Energi Baik PGN Tak Bikin Kapok Sopir Bajaj Antre

ANTREAN panjang sejumlah bajaj di satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta menjadi viral di media sosial, belum lama ini.

Energi Baik PGN Tak Bikin Kapok Sopir Bajaj Antre
Warta Kota/Henry Lopulalan
Deretan Bajaj yang hendak mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018) tampak antre dengan tertib. 

ANTREAN panjang sejumlah bajaj di satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta menjadi viral di media sosial, belum lama ini.

Sebagian besar sopir bajaj mengeluhkan waktunya untuk mencari penumpang terbuang percuma karena mereka harus antre membeli gas di SPBG untuk bajajnya.

Pada saat yang sama, sejumlah SPBG lain yang diserbu sopir bajaj tutup karena mengalami kerusakan.

Waktu itu, seorang sopir bajaj Ahmad Yani (45), seperti dikutip Wartakotalive.com, mengaku heran ada banyak SPBG yang tidak beroperasi seperti di kawasan Pluit, Jakarta Utara maupun di tempat lainnya.

“Rusaknya kok barengan, kayak nggak masuk akal. Kalau yang rusak cuma satu nggak apa-apa, lah ini banyak. Udah gitu jumlahnya sedikit, di Jakarta Utara aja cuma di sini (Pluit),” kata Ahmad Yani, Jumat (30/11/2018).

Kondisi SPBG yang diungkap sopir bajaj tersebut tentu saja sangat memprihatinkan jika dikaitkan dengan gencarnya pemerintah dalam menerapkan kebijakan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) di sektor transportasi.

Deretan Bajaj yang hendak mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018) tampak antre dengan tertib.
Deretan Bajaj yang hendak mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018) tampak antre dengan tertib. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Begitupun konversi BBM ke BBG untuk kendaraan pribadi, tentu menjadi masalah pula. Para pemilik kendaraan tentu segan jika terjerumus pada antrean panjang mengisi gas di SPBG, seperti yang dialami sopir bajaj.

Di sinilah terkesan para pemilik kendaraan pribadi berhati-hati mendukung konversi BBM ke BBG, misalnya belum memasang perangkat konverter gas di kendaraannya, karena kesiapan fasilitas unit SPBG yang minim.

Menurut Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, seperti dikutip Kontan.co.id, saat ini ada 57 unit SPBG yang dikelola Pertamina retail dan mitra.

Lalu SPBG yang dikelola Perusahaan Gas Negara (PGN), menurut Direktur Komersil PGN, Danny Praditya, ada 13 SPBG, 4 MRU, dan 1 PRS.

Halaman
123
Penulis: Andy Pribadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved