Divonis 3 Tahun, Mantan Pengacara Donald Trump Menyesal Tutupi 'Perbuatan Kotor' Bosnya

MANTAN pengacara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Michael Cohen, mengaku menyesal sudah menutupi 'perbuatan kotor' eks atasannya itu.

Divonis 3 Tahun, Mantan Pengacara Donald Trump Menyesal Tutupi 'Perbuatan Kotor' Bosnya
AP/Julio Cortez via newstalkzb.co.nz
Michael Cohen (kanan), mantan pengacara Presiden AS Donald Trump, tiba di pengadilan federal New York, Rabu (12/12/2018). 

MANTAN pengacara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Michael Cohen, mengaku menyesal sudah menutupi 'perbuatan kotor' eks atasannya itu.

Penyesalan tersebut datang setelah Cohen mendapat vonis tiga tahun penjara atas berbagai pelanggaran kriminal yang dilakukannya. Di hadapan hakim Distrik Manhattan William H Pauley III, Cohen berkata betapa dia dibutakan oleh kekagumannya terhadap Trump.

Dilansir AFP pada Rabu (12/12/2018), dengan emosional Cohen menuturkan dia menerima tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya dan 'melibatkan Presiden AS'.

Kantor Pengacara Trump Digeledah FBI, Menyusul Laporan Aktris Porno Stormy Daniels

Digugat Aktris Porno, Pengacara Trump Balik Gugat hingga Rp 275 Miliar

Pengacara 52 tahun itu sebelumnya dituduh menggelapkan pajak, memberikan keterangan palsu kepada bank, dan pembayaran kampanye ilegal.

Cohen juga mengaku bersalah telah memberikan keterangan palsu kepada Kongres. Tuduhan yang diberikan kepada Penasihat Khusus Robert Mueller.

Kuasa hukum Cohen menyatakan, seharusnya kliennya tidak dipenjara karena sudah mengaku bersalah dan bekerja sama dalam penyelidikan. Namun, hakim Pauley melihat, sebagai pengacara, Cohen seharusnya sudah memahami konsekuensi perbuatannya di sela penjelasan putusan hukuman penjara.

Pauley memerintahkan Cohen untuk dipenjara di penjara federal paling lambat pada 6 Maret, dan menjatuhkan denda 2 juta dolar AS atau Rp 28,9 miliar.

"Terdakwa termotivasi oleh ambisi dan keserakahan pribadi. Hukuman yang diberikan bisa menjadi peringatan paling tepat," kata Pauley.

Lega

Sebelum Pauley mengumumkan putusan, Cohen menuturkan dia telah lega karena merasa sudah mendapatkan kemerdekaannya kembali dari "jalan hitam yang dipilih".

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved