Proyek Gedung Trans Studio Cibubur Bikin Masalah, Pemkot Depok Surati Adik Konglomerat

Proyek Trans Studio Cibubur diminta memperbaiki pengerjaannya agar tidak berdampak pada banjir atau genangan air di sejumlah ruas jalan

Proyek Gedung Trans Studio Cibubur Bikin Masalah, Pemkot Depok Surati Adik Konglomerat
MUHAMMAD AZZAM
Ilustrasi genangan air. 

Depok, Warta Kota -- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok memastikan sudah meminta pihak penanggung jawab proyek pembangunan Gedung Trans Studio Cibubur, di Jalan Alternatif Cibubur, Harjamukti, Cimanggis, Depok, untuk memperbaiki pengerjaannya agar tidak berdampak pada banjir atau genangan air di sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

Sehingga proyek, tidak mengganggu para pengendara atau pengguna jalan terutama di Jambore, Harjamukti Cimanggis, Depok.

Hal itu dikatakan Kepala DPMPTSP Kota Depok Yulistiani Mochtar, Rabu (12/12/2018).

Karenanya kata dia DPMPTSP sudah melayangkan surat imbauan ke penanggung jawab proyek tersebut.pada pekan lalu.

Surat ditujukan kepada Chairal Tanjung selaku penanggung jawab proyek dari PT Trans Property di Jalan alternatif Cibubur, Kelurahan Harjamukti Cimanggis, Depok.

Chairal Tanjung adalah adik konglomerat Chairul Tanjung pemilik CT Corp yang dikenal dengan sebutan si anak singkong.

"Surat imbauan sudah dilayangkan," kata Yulistiani membenarkan.

Dalam surat imbauan kepada adik konglomerat itu, DPMPTSP Kota Depok menyatakan menerima pengaduan melalui surat elektronik dari warga yang dikirim ke alamat email pengaduan.depok.go.id.

Surat pengaduan dikirim oleh warga atas nama Agus Periha.

Pengaduan kata Yulistiani dalam suratnya terkait banjir di Jambore, tepat di sebelah proyek pembangunan Gedung Trans Studio Cibubur.

"Kami telah melakukan pengecekan ke lokasi, setelah menerima aduan," kata Yulistiani.

Hasil pengecekan kata dia diketahui bahwa kondisi di lapangan yang terjadi adalah bahwa posisi drainase lebih tinggi dibandingkan dengan Jalan jambore. "Sehingga menghambat masuknya aliran air ke dalam drainase ketika terjadi hujan," kata Yulistiani.

Hal ini katanya mengakibatkan genangan di Jalan Jambore.

Temuan di lapangan tambah dia juga diketahui adanya elemen penghambat berupa penutup pada drainase, yang difungsikan sebagai akses keluar masuk pembangunan proyek. Sehingga mengakibatkan genangan terjadi cukup lama.

"Berkaitan dengan hal tersebut agar pengelola proyek segera memperbaiki masalah tersebut, sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat pengguna jalan," kata Yulistiani.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved