Media Sosial

Ibarat Kapal, Tengku Zulkarnain Sebut Indonesia Menuju Karam

Wasekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain sebut bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi layaknya sebuah kapal yang hampir karam

Ibarat Kapal, Tengku Zulkarnain Sebut Indonesia Menuju Karam
Warta Kota
Tengku Zulkarnain 

KRITIK keras kembali disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Jika diibaratkan sebuah kapal, Tengku Zulkarnain menilai Bangsa Indonesia sebentar lagi karam.

Hal tersebut diungkapkan Tengku Zulkarnain dalam akun twitternya @ustadtengkuzul, Rabu (12/12/2018) pagi. Ungkapannya pun tidak sekedar terucap, tetapi melihat kondisi bangsa yang menurutnya kian terpuruk saat ini.

Tak Setuju Reuni 212, Razman Arif Nasution: Salat Subuh Lebih Afdol di Monas atau di Masjid?

Keterpurukan bangsa dibuktikannya dari menumpuknya utang negara, derasnya pasokan komoditas impor ke pasar lokal, pembangunan yang tidak tepat sasaran, hingga tingkat ekonomi yang stagnan.

Sisi buruk pemerintahan Jokowi itu, katanya, semakin diperparah dengan merajalelanya korupsi, hukum tebang pilih, dan politisasi media.

"Jika Indonesia diibaratkan kapal, mari kita nilai. Hutang Menggila, impor spt hujan, pembangunan tdk sesuai target dan kurang manfaat buat rakyat banyak, komoditi jeblok, Ekonomi stagnan, narkoba merajalela, pejabat banyak korup, hukum tebang pilih, pers timpang. Apa sdh mau KARAM?" tulis Tengku Zulkarnain.

Tengku Zulkarnain sebelumnya menganalogikan kondisi bangsa lewat percakapan dua tokoh fiksi, yakni Adul dan Giran. Dalam percakapan pertama, Adul memberitahukan kepada Giran tentang insting tikus ketika menghadapi kapal yang hendak karam.

Para tikus dijelaskan Adul akan terjun bebas dari atas kapal ke laut tanpa harus menunggu kapal karam terlebih dahulu. Keputusan tikus tersebut ditegaskan Adul, hendaknya menjadi pertanda bagi manusia untuk mengambil sikap. Apabila tidak bereaksi, Adul menyebut manusia lebih bodoh daripada tikus.

"Adul: 'Kalau kapal sudah oleng dan hampir karam, biasanya tikus2 geladak akan lebih dulu loncat daripada penumpang, Ran'; Giran: 'Kenapa Dul?'; Adul: 'Karena tikus punya insting yg lebih tajam'; Giran: 'Lah, kalau manusianya tdk mau loncat juga?'; Adul: 'Berarti lbh bodoh dari tikus!'" tulis Tengku Zulkarnain.

Dalam percakapan Adul dan Giran lainnya, Tengku Zulkarnain menganalogikan sosok pemimpin yang tidak memiliki kemampuan layaknya pendayung sampan. Sang pendayung sampan, katanya, berbeda dengan nakhoda yang mengendalikan kapal besar.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved