Grab Dilaporkan Mitra Pengemudinya ke KPPU

MITRA pengemudi melaporkan Grab ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan tuduhan dugaan pelanggaran kemitraan.

Grab Dilaporkan Mitra Pengemudinya ke KPPU
grab.com
GRAB 

MITRA pengemudi melaporkan Grab ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan tuduhan dugaan pelanggaran kemitraan.

Komisioner KPPU Guntur Syahputra, kepada pers, di Jakarta, Rabu (12/12/2018) menyampaikan, laporan terkait pelanggaran kemitraan oleh aplikator transportasi daring asal Malaysia tersebut terjadi di Medan, Sumatera Utara.

Bahkan, para mitra pengemudi ini juga, katanya, sempat berdemo di depan Kantor KPPU Medan, menuntut ada perhatian khusus terkait pelanggaran tersebut pada Oktober lalu.

Peneliti LIPI Sarankan Pemilu 2019 di Papua Ditunda

"Kami sudah terima laporannya dan sudah masuk pada tahap penelitian," kata Guntur.

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah, lanjut Guntur, KPPU memang berwenang melakukan pengawasan terhadap kemitraan yang berpotensi menyalahgunakan posisi tawar.

"Sebagai pelaku usaha besar dengan posisi dominan, aplikator dilarang menguasai pengambilan keputusan terhadap mitra pengemudinya yang diposisikan sebagai pelaku usaha kecil," jelasnya.

La Nyalla Mattalitti: Lupakan Prabowo

Jika memang terbukti terjadi skema kemitraan yang menyalahgunakan atau abusif dan merugikan mitra lebih kecil, tegasnya, maka KPPU tak segan memberikan sanksi yang berat.

"Bisa ditutup usahanya atau dikenakan denda Rp 10 miliar, dan instansi yang memberikan izin usaha tersebut wajib menjalankannya maksimal 30 hari setelah penetapan sanksi," papar Guntur.

Namun, Guntur belum bisa memastikan kapan penelitian atas laporan mitra pengemudi Grab ini bakal rampung, karena penelitian laporan ini merupakan pijakan KPPU untuk melakukan investigasi.

KPK Cokok Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, Terkait Suap Anggaran Pendidikan

"Kalau investigasi itu sudah masuk sebagai penegakan hukum dan prosesnya mungkin akan agak panjang karena perlu hati-hati juga," terangnya.

Sebelumnya, Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengkritisi penetapan tarif yang terlampau rendah untuk pengemudi.

Menurut Igun, ada bukti Grab tidak memperhatikan aspek kesejahteraan dan kemanusiaan terhadap mitranya.

12 Tips Bertransaksi Aman Saat Harbolnas 2018

"Tarif yang sangat rendah membuat mitra bekerja lebih keras dan kelelahan, sehingga akhirnya berpengaruh pada sisi keamanan dan pelayanan," tutur Igun.

Berdasarkan perbandingan data di lapangan, tarif Grab Bike yang diterima pengemudi adalah Rp 1.200 per kilometer untuk perjalanan jarak dekat. Ada pun Go-Jek memberikan besaran tarif Rp 1.600 per kilometer untuk pengemudinya. (Edy Sujatmiko)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved