Pilpres 2019

Kalangan Aktivis 98 Kecam Prabowo yang Dianggap Intervensi Kebebasan Pers

Wartawan memiliki peran penting sejak awal republik ini berdiri, jadi sudah sewajarnya independen.

Kalangan Aktivis 98 Kecam Prabowo yang Dianggap Intervensi Kebebasan Pers
Warta Kota
Pertemuan sejumlah pihak yang menamakan diri aktivis 98 di Dewan Pers. 

Para aktivis 98 yang tergabung dalam Rumah Gerakan 98 mengecam pernyataan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Kecaman dilontarkan oleh kalangan aktivis 98 lantaran Prabowo dinilai mengancam kebebasan pers saat sejumlah media tidak melaporkan kegiatan reuni akbar 212.

Kecaman tersebut dilayangkan Ketua Umum Rumah Gerakan 98, Bernard AM Haloho ketika melaporkan sikap Prabowo terhadap pers tersebut kepada Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (11/12/2018).

Dirinya menilai, Prabowo tidak memahami fungsi sekaligus kebebasan pers.

“Sikap Prabowo merupakan pemaksaan kehendak pribadi dan reaksi emosional. Serta bukan sikap yang patut untuk seorang pemimpin, ujarnya di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (11/12/2018).

Bahkan Bernard khawatir pernyataan Prabowo kepada media tersebut akan membahayakan kebebasan pers apabila dipercaya memimpin bangsa. Kondisi tersebut katanya mengulang kembali masa kelam ketika kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Soeharto.

“Wartawan memiliki peran penting sejak awal republik ini berdiri, jadi sudah sewajarnya independen. Dibanding dua dekade silam, kebebasan pers Indonesia kini jauh lebih baik,” kata Bernard.

Menjawab keluhan para aktivis 98, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, mengaku akan menindaklanjuti laporan aktivis Rumah Gerakan 98 tersebut. Namun Yosep berharap agar masyarakat bisa menghormati wartawan saat melakukan peliputan.

“Kami mendengarkan saja, lalu mengumpulkan bukti-bukti, nanti baru akan mendiskusikan. Kan kami harus lebih bijak, karena saat ini tensi politik sedang tinggi,” ungkapnya.

“Tapi mohon juga agar wartawan dalam menjalankan profesinya bisa dihormati, dan wartawan untuk mendapatkan informasi itu bisa dijamin,” tutupnya.

Para aktivis 98 yang tergabung dalam Rumah Gerakan 98 audiensi dengan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (11/12/2018). Para Aktivis 98 melaporkan Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto karena dinilai mengancam kebebasan pers saat sejumlah media tidak melaporkan kegiatan Reuni Akbar 212.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved