Ini Isi Lengkap Pleidoi Ahmad Dhani

Pihak Ahmad Dhani menyiapkan dua buah pledoi, satu dibuat olehnya dan satu lagi dibuat oleh tim kuasa hukumnya.

Ini Isi Lengkap Pleidoi Ahmad Dhani
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Musikus Ahmad Dhani menghadiri sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (26/11/2018). Pada sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ahmad Dhani dengan hukuman pidana penjara selama dua tahun terkait kasus dugaan ujaran kebencian. 

AHMAD Dhani membacakan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan dua tahun penjara atas kasus ujaran kebencian yang membawanya duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kemarin, Ahmad Dhani tak membacakan pledoinya sendiri, melainkan dibacakan oleh tim kuasa hukumnya.

Pihak Ahmad Dhani menyiapkan dua buah pledoi, satu dibuat olehnya dan satu lagi dibuat oleh tim kuasa hukumnya.

"Pledoi ada dua, satunya dari penasehat hukum, tentunya berdasarkan aspek hukum. Satunya lagi dari saya pribadi, dari aspek di luar hukum," kata Ahmad Dhani sesaat sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

Hendarsam selaku kuasa hukum Dhani membacakan pledoi tersebut bersama tim kuasa hukum lainnya secara bergantian.

 Isi pledoinya tentu saja rasa keberatan Ahmad Dhani atas tuduhan melakukan pelanggaran UU ITE dan menyebarkan ujaran kebencian.

Di akhir pembacaan pledoi, Hendarsam mengajukan beberapa permohonan kepada Majelis Hakim. Satu di antaranya adalah meminta Dhani dibebaskan dari segala tuntutan.

Beberapa permohonan yang diajukan pihak Ahmad Dhani adalah

1. Menerima pembelaan dari penasehat hukum terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani ‎

2. Menyatakan Terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo alias Ahmad Dhani tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan tunggal Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Halaman
12
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved