Disdagin Depok Ultimatum Warga Pasar Cisalak untuk Bongkar Dua Tenda Penolakan Pemagaran

Disdagin Kota Depok melayangkan surat ultimatum ke warga sekitar Pasar Cisslak, untuk segera membongkar dua tenda yang dibangun warga

Disdagin Depok Ultimatum Warga Pasar Cisalak untuk Bongkar Dua Tenda Penolakan Pemagaran
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga berjaga-jaga terus di sekitar Pasar Cisalak untuk menolak pemagaran area pasar. 

Depok, Warta Kota -- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok melayangkan surat ultimatum ke warga sekitar Pasar Cisslak untuk segera membongkar dua tenda yang dibangun warga di sisi barat gedung pasar, sejak Rabu (5/12/2018) lalu.

Jika tidak, maka sesuai surat tersebut, dua tenda itu akan dibongkar paksa petugas, Selasa (11/12/2018) sore ini dengan batas waktu pukul 16.00.

Dua tenda kaki lima ukuran sekitar 5x5 meter itu, diketahui dijadikan posko warga untuk terus berjaga-jaga di sana, menghentikan pengerjaan pemagaran tembok area Pasar Cisalak, yang hendak dilakukan Disdagin Depok.

Sementara warga menolak rencana pemagaran karena pagar tembok 2,10 meter, akan dibangun di sepanjang jalan akses pasar, tepat di depan rumah dan tempat usaha warga.

Surat peringatan pembongkaran tenda ditandatangani Kepala Disdagin Depok Kania Parwati, dengan tertanggal 10 Desember 2018. Surat ultimatum itu diberikan pihak keamanan UPT Pasar Cisalak ke warga, pada Selasa (11/10/201).

Dalam surat disebutkan bahwa surat itu ditujukan ke Ketua RT 3/6 dan Ketua RT 2/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis.

Warga berjaga-jaga terus di sekitar Pasar Cisalak untuk menolak pemagaran area pasar.
Warga berjaga-jaga terus di sekitar Pasar Cisalak untuk menolak pemagaran area pasar. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ujang Romli, perwakilan warga yang juga Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, menuturkan surat yang diterima warga itu, justru membuat warga yang berkumpul di tenda atau posko semakin banyak.

"Warga sepakat akan tetap mempertahankan dua tenda yang kami jadikan posko untuk menolak pemagaran tembok," kata Ujang.

Karenanya kata Ujang, warga memastikan tidak akan membongkar tenda itu dan tetap mempertahankannya sampai pemagaran Pasar Cisalak dibatalkan.

"Surat itu juga menimbulkan kegaduhan dan membuat warga protes," kata Ujang.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved