Cottonindo Tingkatkan Produksi Kapas 3 Kali Lipat Setelah Pabrik Barunya Beroperasi

Kapasitas produksi ditingkatkan hingga 3 kali lipat, menjadi 64,8 juta paks produk kapas pada tahun 2019.

Cottonindo Tingkatkan Produksi Kapas 3 Kali Lipat Setelah Pabrik Barunya Beroperasi
Kontan
ILUSTRASI. Pabrik PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) 

Perusahaan produsen kapas, PT. Cottonindo Ariesta, (KPAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 3 kali lipat, menjadi 64,8 juta paks produk kapas pada tahun 2019. Saat ini, perusahaan yang mengolah dan memproduksi kapas untuk kosmetik, kesehatan dan industri ini baru memproduksi 21,6 juta paks per tahun.

Direktur Utama PT. Cottonindo Ariesta Marting Djapar dalam siaran persnya yang diterima Senin (10/12/2018) mengatakan, peningkatan produksi akan dilakukan setelah pabrik baru selesai dibangun, dan mulai berproduksi pada kuartal kedua 2019. "Hal itu sebagai antisipasi kami dalam memenuhi tingginya permintaan pasar ekspor dan domestik,” kata Marting.

Pabrik baru tersebut berada di daerah Kalijati, Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Dikatakannya, KPAS telah mengekpor produknya ke sejumlah negara seperti Hongkong, Vietnam, Philipine, Malaysia, Taiwan, dan Myanmar. Selain itu juga ke Australia, Rusia Uni Emirat Arab, dan rencananya akan mengekspor kapas ke Korea Selatan.

Menurutnya, pasar ekspor akan terus ditingkatkan hingga mencapai sekitar 15-20 persen dari total kapasitas produksi.

Marting menjelaskan bahwa mesin-mesin pada pabrik baru tersebut memiliki produktivitas dan tingkat efisiensi yang lebih baik dibanding mesin yang saat ini digunakan. Total Investasi pembangunan pabrik baru tersebut mencapai Rp 30 miliar, yang sebagian pendanaannya bersumber dari Go Public pada 05 Oktober 2018.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan KPAS Johan Kurniawan, potensi pasar kapas di dalam negeri masih sangat besar. Sebab, tingkat permintaan tumbuh lebih cepat ketimbang pasokan dari pelaku industri. Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 265 juta jiwa, kebutuhan kapas untuk kosmetik, kesehatan dan industri diperkirakan akan semakin tinggi.

"Market share kami cukup besar karena memang produsen kapas terintegrasi seperti kami di Indonesia, hanya ada dua termasuk kami sendiri," jelasnya. KPAS menggunakan bahan baku dari dalam negeri yang tersedia sangat melimpah dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar dolar.  Bahan baku yang diolah selanjutnya diproduksi menjadi kapas keperluan kosmetik, kesehatan dan industri di Indonesia.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved