Ustadz Abdul Somad Ungkap Habib Bahar Gayanya Begitu dan Fadli Zon Bikin Lagu Tangan Besi

Fadli Zon kembali menciptakan Sebuah puisi terkait tindakan yang dinilai diskriminasi dalam penegakan hukum.

Ustadz Abdul Somad Ungkap Habib Bahar Gayanya Begitu dan Fadli Zon Bikin Lagu Tangan Besi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Habib Bahar bin Smith tiba di gedung Bareskrim Polri Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (6/12/2018). 

FADLI Zon kembali menciptakan sebuah puisi terkait tindakan yang dinilai diskriminasi dalam penegakan hukum di Indonesia yang di antaranya dialami oleh sejumlah pihak. 

Sebelum Habib Bahar bin Smith dijadikan tersangka, sejumlah nama lainnya dijadikan tersangka dan dinilai diskriminasi karena tidakan lain yang dilakukan golongan lain seperti seorang remaja dari golongan etnis tertentu menyebarkan kebencian dan hasutan. 

Bahkan dia menyatakan akan membunuh orang yang diduga sebagai pejabat tinggi negara tersebut memarahi fotonya dan bahkan menyebutnya sebagai kacung.

Fadli Zon Buat Puisi Baru Jaenudin Naichiro Dungu Ditujukan untuk Siapa Ya?

Demikian juga sejumlah deretan kasus lainnya seperti dialami Dhani Ahmad Prasetyo dijadikan tersangka karena menyebut orang yang melakukan persekusi yang dialaminya sebagai idiot, kata itu dinilai belum seberapa dibandingkan dengan ulah remaja dari etnis tertentu tersebut. 

Kini, kau tak malu lagi
topengmu kian terbuka
menampakkan wajah sebenarnya
disaksikan ratusan juta mata
kau adalah penguasa durjana
menindas segala cara

kau tak segan lagi
memberangus diskusi
memperbanyak persekusi
membegal demokrasi

kau tak segan lagi
memaki sambil main hakim sendiri
memperalat aparat keparat
merusak hak berpendapat
menginjak hukum menghujat daulat rakyat

kau tebar intimidasi dimana-mana
adu domba anak bangsa
kau sang tirani tangan besi
keadilan kini kian mati

tapi jangan pernah kau mimpi 
harga diri tak bisa dibeli
suara kebenaran tak mungkin dibungkam
ketakutan menumpuk sekam 
tepercik bara menjadi api
api perlawanan tak akan padam
sampai kau tumbang
dihantam badai gelombang
diiringi takbir berkumandang
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
alunan Indonesia Raya terus berkibar. 

Lagu itu diunggah di sejumlah aplikasi dan media sosial dengan genre rock. 

Fadli Zon telah mengunggah lagu itu di Twitter. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Mustofa Nahrawardaya melalui akun tofa di Twitter. 

Dia menyebut, ceramah oleh ustadz dan habib umat Islam yang berlangsung bertahun yang lalu bisa digoreng dan orang yang melakukan ceramah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian. 

Padahal, yang membuat dan menyebarkan video itu sama sekali bukan Habib Bahar bin Smith, yang dilaporkan oleh Muannas Alaidid yang merupakan politisi PSI, yang memang kerap melaporkan sejumlah kalangan ke kepolisian. 

Polisi sendiri tengah mendalami kasus ini dan memburu orang yang menyebarkan konten video tersebut. 

Sementara itu, diulas Tribunnews Bogor, Ustadz Abdul Somad alias UAS mengomentari soal kasus hukum yang kini sedang dijalani oleh Habib Bahar bin Smith.

Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Somad saat ada yang menanyakan pendapatnya soal Habib Bahar bin Smith.

Dilansir dari Kompas.com, Habib Bahar Bin Smith kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian.

Hal itu disampaikan oleh Kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, usai mendampingi kliennya diperiksa di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Novel Bamukmin Klaim Ada 50 Kuasa Hukum yang Dampingi Pemeriksaan Habib Bahar bin Smith

Aziz Yanuar menuturkan, kliennya dicecar 24 pertanyaan menyangkut hal-hal pribadi serta ceramahnya di Palembang.

Penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith juga diberarkan oleh pihak kepolisian.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memeriksa Bahar selama 11 jam pada Kamis (6/11/2018).

“Hasil gelar (perkara) terpenuhi unsur pidananya dan penyidik telah memiliki lebih dari dua alat bukti,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedy Prasetyo saat dihubungi, Jumat (7/12/2018).

Sementara itu, dilansir dari akun YouTube Tafaqquh video berjudul "Tanya Jawab Syarah Hadits (19-8-2017) - Ustadz Abdul Somad, Lc. MA", Ustadz Abdul Somad sempat berkomentar tentang Habib Bahar bin Smith.

Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan dari jamaahnya soal gaya ceramah Habib Bahar bin Smith.

Habib Bahar bin Smith tiba di gedung Bareskrim Polri Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (6/12/2018).

Habib Bahar bin Smith diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus video ceramah yang diduga menghina Presiden Jokowi dan viral di media sosial.

"Bagaimana Ustadz pendapat Antum kepada Habib Bahar bin Smith yang sangat keras menyinggung Pemerintah?" kata Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan jamaahnya.

Kemudian, Ustadz Abdul Somad pun tampak langsung menjawab dengan mengatakan kalau dirinya tidak berhak mengkritik orang lain.

Pun Ustadz Abdul Somad mengatakan kalau itu adalah gaya Habib Bahar bin Smith ketika ceramah.

"Itu style dia, siapa saya mengkritik orang, itu kan gaya dia, gak ada lo gak rame," kata Ustaz Abdul Somad dilansir TribunnewsBogor.com, Jumat (7/12/2018).

Namun, meski demikian, Ustaz Abdul Somad menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke penegak hukum.

Ia pun tak menampik jika video Habib Bahar bin Smith itu melanggar hukum.

Bahkan, Ustaz Abdul Somad mempersilahkan kepada penegak hukum untuk menangkapnya jika memang melanggar.

"Itu gaya dia, berapi-api. Masalah bahwa itu melanggar konstitusi, presiden adalah simbol negara, menghina presiden sama dengan menghina (negara), ya itu adalah aturan kenegaraan, kalau tidak senang ya tangkap, nanti yang ditangkap kan bisa tabayyun, klarifikasi, bisa sewa pengacara, ada hukum," bebernya.

Lalu, Ustaz Abdul Somad juga meminta agar kasus ini jangan dijadikan bahan pembicaraan untuk balik menghina.

Ia menyerahkan kasus itu untuk diproses secara hukum.
"Ini jangan dibicarakan jadi ghibah, itu menghina-hina presiden, ya tangkap. setelah ditangkap ada pengacara, ada macam-macam," jelasnya lagi.

Kemudian, Ustaz Abdul Somad sendiri mengaku dirinya tidak pernah sekalipun menghina Presiden.

"Ustadz Somad menghina Presiden? Tidak pernah saya menghina, mana videonya? Takut juga ustadz," ujarnya sambil tertawa.

Namun, video itu tidak ada hubungannya dengan kasus yang menimpa Habib Bahar bin Smith saat ini.

Sebab, video itu diposting pada tanggal 25 Agustus 2017, jauh sebelum Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi.

Namun, video itu kembali viral, karena banyak publik yang ingin mengetahui pendapat Ustaz Abdul Somad. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri, Brigjen (Pol) Dedy Prasetyo mengatakan, proses penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik sudah sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP) manajemen penyidikan.

“Silakan tersangka (BBS) menggunakan hak konstitusinya dalam proses hukum yang dijalani,” kata Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi Prasetyo, Habib Bahar bin Smith dijerat dengan sangkaan berlapis, yaitu Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

“Penyidik menemukan dua alat bukti, tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan di muka umum berdasarkan diskriminasi, ras, dan etnis,” kata Dedi Prasetyo.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik belum menahan Bahar dengan alasan tertentu. “Karena ada alasan subjektif dan objektif,” kata Dedi.

Jokowi Masih Unggul 20 Persen Atas Prabowo, Perang Isu Sensasional Tak Ubah Elektabilitas

Sementara itu, kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan dengan tim hukum terkait status hukum kliennya.

Menurut Aziz Yanuar, pasal yang disangkakan polisi kepada kliennya sangat lemah.

Aziz Yanuar mengatakan, terkait pasal penghapusan Diskriminasi, ras, dan etnis, harus mendapat rekomendasi dari Komnas HAM.

“Terkait UU ITE, kami jelaskan itu penyebarannya dan Habib (BBS) tidak menyebarkan itu. Kemudian terkait UU ITE juga ada kesalahan pasal yang dituliskan di panggilan itu,” kata Aziz Yanuar.

“Dan Pasal 207 sudah di judicial review kami sudah jelaskan,” lanjut dia.

Aziz Yanuar mengatakan, kliennya akan kooperatif dalam mengikuti proses hukum.

Subscribe video Wartakotalive

 

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved