Sidang Kasus Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Jaksa Tolak Semua Pembelaan Edward Seky Soeryadjaya

JAKSA Penuntut Umum (JPU) menolak semua nota pembelaan terdakwa kasus korupsi dana pensiun Pertamina (Dapen) Edward Seky Soeryadjaya (ESS).

Sidang Kasus Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Jaksa Tolak Semua Pembelaan Edward Seky Soeryadjaya
ISTIMEWA
Sidang kasus korupsi dana pensiun Pertamina dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (7/12/2018). 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) menolak semua nota pembelaan terdakwa kasus korupsi dana pensiun Pertamina (Dapen) Edward Seky Soeryadjaya (ESS).

JPU yang diketuai Tasjrifin menegaskan jaksa tetap pada tuntutannya.

"Kami menolak seluruh nota pembelaan yang disampaikan, kami tetap pada tuntutan pada tanggal 3 Desember 2018," kata Jaksa Tasjrifin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Jokowi: Membangun Infrastruktur Bukan Hanya Urusan Ekonomi, tapi Juga Persatuan Bangsa

Dalam nota pembelaannya, ada lima permohonan yang disampaikan penasihat hukum terdakwa kepada majelis hakim dalam memberikan keputusan.

Pertama, memohon agar majelis hakim menyatakan bahwa ESS tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum.

Kedua, memohon kepada majelis hakim agar berkenan membebaskan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya dari segala tuntutan hukum.

Korupsi di Era Soeharto Sistemik, Hampir Tak Mungkin Bisa Dipecahkan

Ketiga, memohon kepada majelis hakim agar berkenan memerintahkan kepada jaksa untuk membebaskan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya dari tahanan setelah putusan ini diucapkan.

Keempat, memohon kepada majelis hakim agar memulihkan harkat Edward Seky Soeryadjaya dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat, serta martabatnya dalam keadaan seperti semula.

Kelima, memohon kepada majelis hakim untuk membebankan biaya perkara kepada negara. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved