PT Jamkrindo Syariah Rencanakan Ekspansi Pasar di 2019

Salah satu upaya untuk mendukung ekspansi pasar tersebut, maka PT Jamkrindo Syariah melakukan kerja sama dengan PT Bank Nusa Tenggara Barat Syariah.

PT Jamkrindo Syariah Rencanakan Ekspansi Pasar di 2019
dok.PT Penjaminan Jamkrindo Syariah
Penandatanganan nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah dengan PT Nusa Tenggara Barat Syariah dilakukan di kantor PT Nusa Tenggara Barat Syariah, Jumat (7/12/2018). 

WARTA KOTA, JAKARTA - PT Jamkrindo Syariah merencanakan ekspansi pasar di tahun 2019.

Salah satu upaya untuk mendukung ekspansi pasar tersebut, maka PT Jamkrindo Syariah melakukan kerja sama dengan PT Bank Nusa Tenggara Barat Syariah.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama itu dilakukan di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Jalan Pejanggik No. 30, Mataram, NTB, Jumat (7/12/2018).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gatot Suprabowo selaku Plt Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Gatot Suprabowo.

Sedangkan Bank Nusa Tenggara Barat Syariah ditandatangani oleh Kukuh Rahardjo selaku Direktur Utama PT Nusa Tenggara Barat Syariah.

Gatot Suprabowo, mengatakan, manfaat kerja sama tersebut untuk Bank NTB Syariah selaku penerima jaminan adalah akan menambah jumlah customer based, karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable.

Hal itu membuat bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential).

Pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya, sehingga CAR (Capital Adequacy Ratio) akan meningkat karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR dimana dengan modal yang tetap namun ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar.

Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengcover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank.

"Manfaat untuk Jamkrindo Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin," kata Gatot di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2018).

Gatot menyatakan bahwa kerja sama yang dilakukan berupa Kafalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) iB & KUR iB Online, Kafalah Pembiayaan Konsumer, Kafalah Pembiayaan Kontra Bank Garansi (KBG), serta Kafalah Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang atau Jasa.

Gatot menambahkan bahwa target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada tahun 2018 adalah Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar.

Hingga 30 November 2018, volume penjaminan telah mencapai Rp 19,29 triliun (139,10% dari RKAP 2018), sedangkan laba pada posisi yang sama telah mencapai Rp 21,7 miliar (115,1 % dari RKAP 2018). (DOD)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved