Hingga November 2018, Sat Res Narkoba Polres Jakarta Barat Membekuk Sebanyak 1.414 Pelaku

Apabila dirincikan, tiga orang terbukti sebagai produsen atau pembuat narkoba, 1.105 orang sebagai pengedar, serta sekitaran 300 orang lainnya

Hingga November 2018, Sat Res Narkoba Polres Jakarta Barat Membekuk Sebanyak 1.414 Pelaku
Warta Kota/Joko Supriyanto
Penyelundup narkoba yang dibekuk di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, dihadirkan saat gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

Warta Kota, Palmerah - Hingga November 2018, Sat Res Narkoba Polres Narkoba Jakarta Barat telah membekuk 1.414 pelaku kasus narkoba.

Apabila dirincikan, tiga orang terbukti sebagai produsen atau pembuat narkoba, 1.105 orang sebagai pengedar atau bandar, serta sekitaran 300 orang lainnya, ditentukan penyalahgunaan narkoba.

"Hingga bulan November 2018, tercatat sudah menangkap 1.414 tersangka. Pengungkapan kasus narkoba ini, sebagi bukti jika pihak dari Polres Jakarta Barat genderang perang dengan narkotika," ucap Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz pada Sabtu (8/12/2018).

Setiap hari, jelas Erick, pihaknya terus lakukan proses hukum atau penangkapan terhadap empat kasus penyalahgunan narkoba.

Selain itu, sari hasil pengungkapan kasus narkoba ini pihaknya telah mengamankan barang bukti antara lain 1.320 kilogram ganja, 88,1 kilogram sabu, 4 kilogram tembakau gorilla, 38.920 pil ekstasi, dan 10.000 psikotropika lainnya, yakni seperti obat penenang yang masuk golongan narkoba.

"Adapun dari para tersangka yang ditangkap, sudah divonis hukuman mati sebanyak dua orang, dan satu orang diberi tindakan tegas terukur," katanya kembali.

Erick menjelaskan, setelah melakukan cek di laboratorium, dari barang bukti narkoba yang diamankan diantaranya merupakan kualitas terbaik.

"Yaitu di barang bukti 1,3 ton ganja merupakan kualitas terbaik yang diperoleh jaringan Aceh, Medan, Jakarta. Kemudian pengungkapan lain di pabrik sabu di Cipondoh Tangerang Banten. Pabrik ini mampu menghasilkan sabu kualitas impor dengan bahan baku lokal," jelasnya.

"Ada juga pengungkapan pabrik ekstasi di Cibinong Bogor, Jawa Barat. Hal itu, diketahui
pertama kali ditemukan pabrik ekstasi, dengan bahan baku sabu yang berikan efek halusinasi, anti depresan dan stimulan. Sangat berbahaya bila dikonsumsi. Ironis, pabrik ini dikendalikan oleh jaringan lapas," tambahnya.

Ia melanjutkan, pengungkapan narkotika jenis sabu sebanyak 30 kilogram di Kawasan Koja, Jakarta Utara, juga menjadi kasus menarik.

Ia menjelaskan, dapat diketahui sabu ini beredar sampai ke jaringan tenda oranye (geng curas), di Penjaringan, Jakarta Utara.

"Yang terakhir, yakni pengungkapan 44 sabu di Pelabuhan Rakyat Cilegon Banten. Yang dapat disimpulkan merupakan jaringan Internasional Cina Taiwan yang dipasok melalui Medan, lalu ke Aceh dan dibawa lagi melalui jalan darat ke Lampung. Narkoba itu, dibawa dengan perahu menyeberangi selat Sunda, yang diduga akan diedarkan pada saat pergantian tahun 2018," paparnya kembali.

Tidak pandang siapapun orangnya, Erick akui jika pihaknya juga beberapa kali menangkap beberapa publik figure yang terjerat kasus ini.

"Artis Ridho Rhoma, Reza Bukan, Claudio. Ada juga dari kalangan Pejabat Pemerintahan dan Pengusaha. Saat pengungkapan terkait kasus jaringan narkoba, kami terbantu juga dengan adanya laporan dari masyarakat. Selanjutnya kami melakukan penyelidikan," katanya. (BAS)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved