Pilpres 2019

Survei LSI Denny JA: Masyarakat yang Tahu Program Andalan Prabowo-Sandi Tak Sampai 30 Persen

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai program kedua paslon.

Survei LSI Denny JA: Masyarakat yang Tahu Program Andalan Prabowo-Sandi Tak Sampai 30 Persen
Warta Kota/Henry Lopulalan
Calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menunjukkan nomor urut yang diperoleh saat rapat Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9/2018). 

PERANG isu yang dipertontonkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden selama dua bulan kampanye, membuat mereka tidak fokus menyampaikan program yang ditawarkan kepada masyarakat.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mencatat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai program kedua paslon.

LSI Denny JA dalam survei yang dirilis pada Kamis (6/12/2018) hari ini mengatakan, tidak sampai 30 persen masyarakat yang mengetahui program andalan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tertutupi perang isu sensasional.

Yakin Istrinya Berzina, Vicky Prasetyo Ingin Cepat-cepat Ceraikan Angel Lelga

“Misal program Oke Oce yang akan dinasionalkan saja hanya 25,6 persen masyarakat yang tahu. Gerakan emas minum susu yang baru dirilis juga baru diketahui 23,5 masyarakat, dan upaya melarang impor yang dijanjikan Prabowo hanya diketahui 18,7 persen masyarakat,” ungkap Peneliti Senior LSI Denny JA Rully Akbar di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).

Bahkan, isu menaikkan gaji pegawai negeri sipil hanya diketahui 13,2 persen masyarakat, dan hanya 10,2 persen masyarakat yang tahu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempunyai program mengangkat guru honorer.

Menurut Rully, selama dua bulan awal kampanye ini, pihak penantang belum bisa menyuarakan program kepada masyarakat.

Ditjen Dukcapil Kemendagri Bongkar Penjualan Blangko KTP Elektronik Secara Online

“Masyarakat belum mendengar program alternatif yang ditawarkan pihak penantang,” tegas Rully.

Rully menyatakan, perang isu sensasional yang akhir-akhir ini dimainkan kedua kubu tak mampu menaikkan elektabilitas kedua paslon.

Oleh karena itu, Rully berpendapat sudah waktunya kedua paslon menyampaikan visi dan misi melalui program-program konkret untuk merebut suara paslon lawan maupun swing-voters.

Kuasa Hukum Pastikan Vicky Prasetyo dan Angel Lelga Takan Rujuk

“Kalau sudah masuk ranah program, maka masyarakat bisa melihat diferensiasi antara kedua paslon, Jokowi diuntungkan karena sedang menjabat sebagai presiden, sehingga bisa menunjukkan prestasinya,” papar Rully.

“Kemudian Prabowo bisa mencari alternatif lain dari kebijakan-kebijakan yang sudah ditelurkan Jokowi, dan yang lebih menarik serta dirasa masyarakat tepat untuk memecahkan suatu persoalan,” sambungnya.

Survei yang dilakukan pada November 2018 itu diikuti 1.200 responden, dengan margin of error 2,9 persen. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved