Perusahaan Ritel Bekasi Tidak Konsisten Jadi Kendala dalam Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi menjelaskan, pelarangan penggunaan plastik ditargetkan diterapkan pada awal tahun 2019.

Perusahaan Ritel Bekasi Tidak Konsisten Jadi Kendala dalam Larangan Penggunaan Kantong Plastik
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi tentang larangan terhadap penggunaan kantong plastik. 

Setelah Kota Bogor, kini Pemerintah Kota Bekasi segera memberlakukan pelarangan penggunaan plastik pada perusahaan ritel.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, penerapan pelarangan penggunaan plastik ditargetkan diterapkan pada awal tahun 2019.

"Soal larangan penggunaan plastiknya ya?, iya kita memang sudah punya rencana itu. Insya Allah 2019 kita akan kampanyekan ke warga masyarakat dan juga perusahaan ritel," ujarnya, pada Jumat (7/12/2018).

Jumhana menjelaskan rata-rata ada 1.900 ton sampah plastik per hari dari 200 retail di Kota Bekasi, sehingga aturan larangan penggunaan plastik itu sudah tertuang sejak lama dalam Peraturan Walikota (Perwal) tahun 2016.

"Makanya, kita sedang membuat startegi agar dapat dimengerti dan diterima perusahaan ritel dan masyarakat. Kita terus melalukan komunikasi dengan perusahaan ritel soal penerapan aturan itu," jelasnya.

"Butuh proses dan manajemen strategi dalam menjalankan itu. Kan tidak mungkin tiba tiba saat belanja di mini market tidak dikasih kantong plastik, orang jadi bingung. Nah ini butuh penjelasan ke masyarakat juga. Kita akan undang perusahan ritel diseluruh Kota Bekasi," sambungnya.

Ia menambahkan, harus ada aturan terperinci soal larangan penggunaan plastik termasuk soal sanksi bagi perusahaan ritel yang melanggar.

"Yang jadi permasalahan ini kan sulit untuk konsisten dalam menjalankan aturan. Sempat waktu awal perusahan ritel tidak menyediakan plastik, tapi kesini mulai sedikan plastik kembali," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved