Pengusaha di Kota Bekasi Bakal Pakai Batik Khas Daerah Setiap Kamis

Menurut dia, penggunaan batik di kalangan ASN maupun pihak ketiga, merupakan salah satu wujud kebanggaan terhadap produk warga Kota Bekasi.

Pengusaha di Kota Bekasi Bakal Pakai Batik Khas Daerah Setiap Kamis
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Batik khas Kota Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi. 

PEMERINTAH Kota Bekasi akan menerapkan penggunaan batik khas daerah di kalangan para pengusaha atau pihak ketiga di wilayah setempat.

Sebagai daerah yang dominan bergerak di bidang jasa dan perdagangan, Kota Bekasi dianggap memiliki potensi besar dalam memberikan promosi khas daerah, karena mobilitas warganya cukup tinggi.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, beberapa waktu lalu pemerintah telah membicarakan rencana ini kepada pihak perbankan di wilayah setempat. Mereka setuju penggunaan khas batik daerah, karena bisa memperkenalkan identitas 'Kota Patriot' kepada masyarakat, terutama nasabah yang datang ke bank.

Terima Vonis Hakim, Kuasa Hukum Zumi Zola Bingung Mau Banding Apalagi

"Pada dasarnya mereka setuju dan kami berencana akan membuat surat edaran kepada para pengusaha atau pihak ketiga dalam penggunaan batik khas daerah," kata Tri Adhianto Tjahyono, Jumat (7/12/2018).

Tri Adhianto Tjahyono mengatakan, sebetulnya di kalangan aparatur sipil negara (ASN) pemerintah telah mengeluarkan instruksi agar mereka menggunakan batik khas daerah. Apalagi, Kota Bekasi telah mengantongi hak cipta motif batik dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sejak 2016 lalu.

Di sisi lain, penggunaan batik ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2016 tentang pakaian dinas pegawai negeri sipil (PNS).

Majelis Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Zumi Zola, tapi Apresiasi Kejujurannya

"Aturan itu menyebut bahwa setiap Hari Kamis, ASN mengenakan batik. Kami berharap, pihak swasta atau pihak ketiga juga menerapkan demikian, namun batik yang dikenakan khas Kota Bekasi," papar Tri Adhianto Tjahyono.

Menurut dia, penggunaan batik di kalangan ASN maupun pihak ketiga, merupakan salah satu wujud kebanggaan terhadap produk warga Kota Bekasi. Sebab, Kota Bekasi memiliki 12 motif ciri khas seperti bentuk rumah adat, tanaman kecapi, ikan gabus, bambu runcing, dan sebagainya.

"Selain mengedukasi masyarakat, penggunaan batik juga bisa melestarikan produk anak bangsa yang diakui dunia," ucapnya.

Jalur Khusus Disabilitas di Jalan Ciater Serpong Bisa Bikin Benjol Segede Bakpao

Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi Helfiana Sudirman mengatakan, nantinya di setiap kantor pengusaha atau pihak ketiga akan dibangun booth (tenda) kerajinan batik khas Kota Bekasi. Sejauh ini, mereka setuju dengan rencana pemerintah daerah.

"Saya sedang berkoordinasi dengan Dinas UMKM tentang jumlah perajin batik. Rencananya, nanti di lobi kantor pihak ketiga akan disediakan booth, sehingga bila ada tamu yang datang mereka bisa tahu batik khas daerah atau mungkin membelinya," papar Helfiana.

"Batik yang dipamerkan kepada masyarakat juga harus memiliki nilai jual dan estetika yang bagus, sehingga bisa menjadi daya tarik pembeli," cetusnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved