Pedagang yang Tak Tertib di JPM Tanah Abang Siap-siap Diusir

Sebanyak 446 pedagang yang kiosnya sudah tersedia di atas JPM, juga diminta untuk melakukan hal serupa.

Pedagang yang Tak Tertib di JPM Tanah Abang Siap-siap Diusir
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Kios untuk pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang. 

ATURAN ketat tak hanya akan diberlakukan bagi pedagang yang masih membandel berjualan di bawah Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang.

Sebanyak 446 pedagang yang kiosnya sudah tersedia di atas JPM, juga diminta untuk melakukan hal serupa.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan, peraturan ketat juga akan diberlakukan kepada pedagang di atas JPM. Hal itu dilakukan guna menjaga kenyamanan pejalan kaki.

Penjual Blangko KTP Elektronik di Situs Jual Beli Online Warga Lampung

"Wah, enggak bisa kalau jualan melebihi garis depan. Ini sudah ada kios dan ada garisnya. Besok kalau keluar garis, saya dorong (ke dalam masuk lapak). Nanti kalau masih bandel, kita tutup. Enggak ada lagi di sini (yang bandel), semuanya harus sudah clear," tegas Irwandi di lokasi, Jumat (7/12/2018).

Senada dengan Irwandi, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menjelaskan, pihaknya akan memberikan peringatan sebelum memutuskan mengeluarkan pedagang yang membandel.

"Aturannya tadi, kalau dia keluar garis kuning akan kita tegur. Tiga kali masih bandel, kita suspend, enggak boleh jualan dulu," ujar Yoory.

Kuasa Hukum Bersyukur Hukuman Zumi Zola Lebih Ringan Dua Tahun dari Tuntutan Jaksa KPK

Ia pun memastikan bahwa pedagang yang berjualan benar-benar mereka yang termasuk dalam 446 orang yang namanya sudah terdaftar. Hal itu teridentifikasi melalui ID pengenal yang wajib dikenakan saat berdagang.

"Nanti kita buat ID Card juga. Kalau yang enggak berkepentingan enggak boleh naik ke sini. Kalau tidak punya nametag," jelasnya. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved