Kata Taufik, Ini Alasan Depo MRT Dipindahkan dari Kampung Bandan ke Stadion BMW

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan Depo Kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dipindahkan ke Stadion BMW, Sunter, Jakarta Utara.

Kata Taufik, Ini Alasan Depo MRT Dipindahkan dari Kampung Bandan ke Stadion BMW
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Ketua DPD Partai Gerindra M Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta. 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan Depo Kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dipindahkan ke Stadion BMW, Sunter, Jakarta Utara.

Anies Baswedan mengurungkan niatnya yang semula akan membuat Depo MRT di Kampung Bandan dengan alasan lahan ini, bersengketa dan tak kunjung selesai dengan penegak hukum.

Namun, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik justru mengungkapkan dipindahkannya pembangunan tersebut karena terbentur dengan permukiman yang dihuni lebih dari 900 Kepala Keluarga (KK).

Pelatih Persija Berharap Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas Tak Pensiun

Taufik mengatakan, apabila Depo MRT ini tetap didirikan di Kampung Bandan, maka ratusan kepala keluarga itu harus kehilangan huniannya karena tergusur.

"Kalau MRT di Kampung Bandan, ada 900 KK tergusur," ujar Taufik kepada Warta Kota di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Bahkan, warga kampung Bandan rencananya mau dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) Rawa Bebek dan Marunda. Namun, tidak dilaksanakan karena khawatir para warga kehilangan mata pencarian mereka.

Penghapusan Denda Berakhir 15 Desember 2018, Warga Diminta Segera Bayar Pajak Kendaraan

"Mau dipindahin ke Marunda dan Rawa Bebek. Saya marah. Kenapa? Karena bukan medannya dia. Kalau dipindah dia enggak punya mata pencaharian," ucap Taufik.

Hal tersebut dikatakannya, sebab ia mengaku sudah sering melihat bukti langsung, apabila warga direlokasi pasti akan kehilangan mata pencarian.

"Banyak kok buktinya, orang dipindahin dari Pluit ke Marunda, lima bulan dia enggak bisa bayar. Karena enggak ada mata pencahariannya," jelas Taufik. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved