Jokowi Dikalahkan Ahok Hingga Gagal Janji Lindungi Kampung Akuarium, Ini Alasannya

Tidak hanya mengungkap alasan para pendukung berpindah ke lain hati, Najwa Shihab menggali alasan mengapa Jokowi gagal lindungi warga Kampung Akuarium

"Mungkin karena tidak masuk Kabinet jadi kecewa," goda Kapitra.

"Oh jauh sekali. Pada saat penyusunan kabinet saya protes keras kepada beliau, karena banyak orang-orang yang tidak seharusnya saya anggap ada di situ ternyata ada. Statement (keterangan) saya masih ada, rekam jejak digitalnya bagaimana saya memprotes itu, bahkan saya mengatakan Jokowi tunduk kepada pemodal untuk menyusun kabinet," balas Ferdinand.

Najwa pun melanjutkan pertanyaan serupa kepada Kapitra.

Kapitra yang diketahui berada di barisan para ulama sekaligus memenangkan gugatan kasus penistaan agama yang dilakukan Oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok pada tahun 2016 lalu mengaku dengan Persaudaraan 212.

Pasalnya, Persaudaraan 212 yang sebelumnya terbentuk untuk mendesak proses hukum kasus Ahok itu mulai berubah menjadi gerakan mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

Hal tersebut yang tidak sejalan dengan pemahamannya.

"Saya ikut Aksi Bela Islam karena ada delik di situ, ada hukum yang terlanggar, ada kesepakatan antar hidup berbangsa dan bertanah air negara, saya ikut di situ. Setelah hukumnya selesai, penista agamanya sudah diadili, muncul ekses, katakanlah kriminalisasi," ungkap Kapitra.

"Saya ikut Aksi Bela Islam, setelah saya selesaikan berkas Habib Rizieq dan sebagainya, waktu saya bergabung dengan Habib Rizieq termasuk dalam Aksi Bela Islam, tidak ada komitmen bahwa Aksi Bela Islam itu bermetaformosis menjadi aksi mendukung Prabowo-Sandi! Tidak ada komitmen apapun, kalau dari awal ada komitmen, saya nggak ikut!," ungkap Kapitra.

"Kenapa?," tanya Najwa.

"Lho, saya nggak mau dong. Ini Aksi Bela Islam bukan Aksi Bela Politik," tegas Kapitra.

Jawaban serupa pun disampaikan Laksamana TNI purnawirawan Tedjo Edhy Purdijatno mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ataupun Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Keduanya mengaku kecewa dengan idolanya masing-masing, sehingga kini berpindah ke lain hati. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved