Pilpres 2019

Dinilai Ikuti Gaya Donald Trump, Kubu Jokowi Sarankan Prabowo Jadi Capres Amerika Serikat Saja

Ia menyebut Prabowo Subianto tengah mengikuti 'gaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kerap mencibir media.

Dinilai Ikuti Gaya Donald Trump, Kubu Jokowi Sarankan Prabowo Jadi Capres Amerika Serikat Saja
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Hasto Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). 

HASTO Kristiyanto, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin, menyarankan calon presiden 02 Prabowo Subianto ikut pemilihan presiden Amerika Serikat.

Hasto Kristiyanto merespons ekspresi kegeraman Prabowo Subianto kepada media yang disebutnya enggan meliput acara reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat pada Minggu (2/12/2018) lalu.

Ia menyebut Prabowo Subianto tengah mengikuti 'gaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang kerap mencibir media.

Prabowo Subianto: Jutaan Orang Hadir di Monas tapi Media Kita Tidak Melihatnya, Aneh bin Ajaib

"Ya, kalau mengikuti gaya Trump, jadi capres Amerika saja. Ini capres Indonesia. Indonesia itu beda kulturnya. Kita tuh tidak suka yang model marah-marahan," ujar Hasto Kristiyanto di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Hasto Kristiyanto menyebut Prabowo Subianto melakukan blunder. Bahkan, Prabowo Subianto dinilai Hasto Kristiyanto tidak bisa mengontrol emosinya yang suka marah-marah.

"Marah itu tidak bisa mengendalikan emosi. Berarti enggak nyambung," kata Hasto Kristiyanto.

Prabowo Sebut Media yang Tak Beritakan Reuni 212 Tak Berhak Sandang Predikat Jurnalis Lagi

Sebelumnya, Prabowo Subianto geram dengan pemberitaan sejumlah media massa di Indonesia. Kegeraman tersebut ia sampaikan dalam pidato peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/11/2018).

Menurutnya, media massa atau pers telah berupaya memanipulasi demokrasi. Salah satu contohnya, soal pemberitaan reuni 212 yang menurutnya hanya sedkit media yang memberitakannya.

"Hebatnya media-media dengan nama besar dan katakan dirinya objektif, padahal justru mereka bagian dari usaha memanipulasi demokrasi. Kita bicara yang benar ya benar, yang salah ya salah, mereka mau katakan yang 11 juta hanya 15 ribu. Bahkan ada yang bilang kalau lebih dari 1.000 minta apa itu terserah dia," papar Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto Marah dan Menolak Diwawancara, Ia Cuma Mau Meladeni Wartawan dari Media Ini

Dengan kondisi tersebut, menurut Prabowo Subianto, wartawan dan media telah mengkhianati profesinya. Bahkan, menurut Prabowo Subianto, orang tersebut tidak berhak mendapatkan predikat jurnalis.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved