Ada 30 Pelanggar Ikuti Sidang Tipiring di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Sebanyak 30 pelanggar ketertiban umum mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Ada 30 Pelanggar Ikuti Sidang Tipiring di Kantor Wali Kota Jakarta Timur
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pelanggar ketertiban umum mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (7/12). 

CAKUNG, WARTA KOTA -- Sebanyak 30 pelanggar ketertiban umum mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Mereka datang untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah melanggar perda No.8 tahun 2007.

Para pelanggar yang hadir merupakan hasil razia yang dilakukan petugas sepanjang bulan desember 2018 ini. Dimana tercacat sebanyak 40 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar.

Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Ruslan mengatakan
40 orang pelanggar Tibum tersebut sebanyak 30 orang pelanggar mengikuti persidangan.

Sedangkan, 10 orang pelanggar akan dikenakan Verstek berkas yang dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Jakarta Timur.

"Jadi ini yang terjaring selama bulan Desember dalam operasi bulan tertib trotoar yang dilakukan oleh Satpol PP dari 10 Kecamatan di Jakarta Timur. Total ada 40 pelanggar di bulan Desember ini," kata Ruslan, Jumat (7/12/2018).

Pelanggar ketertiban umum mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (7/12).
Pelanggar ketertiban umum mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (7/12). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Diungkapkan Ruslan bahwa dengan dilakukan sidang tipiring ini tentunya sebagai efek jera para PKL yang memang terbukti melakukan pelanggar, sehingga kedepan keberadaan PKL ini diharapkan dapat lebih tertip.

Sedangkan para pelanggar yang mengikuti sidang tipiring harus membayar denda sebesar Rp. 248.000 ditambah administrasi perkara sebesar Rp. 2000.

"Nah dengan ini terus kita galakan dalam mensosialisasikan dan berikan edukasi pemahaman agar para PKL tidak menempati fasos dan fasum baik itu taman dan trotoar untuk berjualan. Jadi, melalui Sidang Tipiring ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pelanggar ketertiban umum," ucapnya.

Namun demikian dirinya berpesan bagi para Pedagang Kaki Lima ikut berperan aktif dalam membangun dan menjaga dalam mewujudkan tata kehidupan Kota Jakarta yang tertib, tentram, nyaman, bersih dan indah.

"Tentunya, hasil dari Tipiring ini guna memberikan kesadaran bagi seluruh PKL. Diharapkan, mereka mampu berpean aktif membantu pemerintah dalam mewujudkan Kota Jakarta Timur yang nyaman, bersih, sehat dan indah," ujarnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved