Pemkot Depok Siap Jelaskan Konflik Pemagaran Pasar Cisalak ke Ombudsman

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok akan menggelar pertemuan dan rapat dengan Ombudsman RI

Pemkot Depok Siap Jelaskan Konflik Pemagaran Pasar Cisalak ke Ombudsman
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga berjaga-jaga hingga Kamis (6/12/2018) dinihari di tenda keprihatian untuk menolak dan menghentikan pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak oleh Pemkot Depok. 

DINAS Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok akan menggelar pertemuan dengan Ombudsman RI untuk membahas tindak lanjut pemagaran Pasar Cisalak yang berkonflik dengan warga sekitar.

Pembahasan akan dilakukan di ruang pertemuan Perpustakaan Kota Depok, Jumat (7/12/2018) siang.

Kepala Disdagin Kota Depok Kania Parwati mengatakan, dalam pertemuan itu pihaknya juga mengundang warga sekitar yang selama ini menolak dan menghentikan pemagaran.

Ia berharap warga yang menolak pemagaran dan mengadukan hal ini ke Ombudsman RI hadir pula dalam pertemuan itu.

"Besok kami lakukan mediasi dengan Ombudsman RI serta warga sekitar, terkait tindak lanjut kegiatan pembangunan pagar Pasar Cisalak," kata Kania, kepada Warta Kota, Kamis (6/12/2018).

Dalam pertemuan dan pembahasan itu, kata Kania, pihaknya meminta warga yang diundang juga membawa sertifikat bukti kepemilikan lahan di area Pasar Cisalak.

"Sehingga kami harap dalam pertemuan dan pembahasan ini semuanya bisa jelas," kata Kania.

Dengan begitu kata dia akan dapat diputuskan dan diketahui apakah kegiatan pemagaran area Pasar Cisalak ke depannya dapat dilanjutkan atau tidak.

Ujang, Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, selaku perwakilan warga, mengatakan pihaknya mengadukan kegiatan pemagaran Pasar Cisalak yang dilakukan Pemkot Depok ke Ombudsman RI, pada Senin (19/11/2108).

Alasannya, kegiatan pemagaran tembok yang rencananya dibangun setinggi 2,10 meter itu, dinilai tidak manusiawi dan mengisolir rumah dan tempat usaha warga.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved