Federasi Motor Internasional Keluarkan Aturan Baru untuk Balapan 2019

Salah satu regulasi baru pada ajang MotoGP 2019 yakni mengenai aturan pembalap yang memenuhi syarat untuk menyentuh garis finis.

Federasi Motor Internasional Keluarkan Aturan Baru untuk Balapan 2019
Sindonews
Logo Federasi Motor Indonesia 

REGULASI baru secara resmi dikeluarkan Federasi Motor Internasional (FIM).

Aturan ini wajib dipatuhi para peserta balap pada gelaran MotoGP 2019.

Aturan ini muncul hasil dari pertemuan di Madrid yang dihadiri oleh Komisi Grand Prix MotoGP, Carmelo Ezpeleta (Dorna Sports), Paul Duparc (FIM), Takanao Tsubouchi (MSMA), Mike Trimby (IRTA), Corrado Cecchinelli (Direktur teknologi), Mike Webb (Direktur Balap), dan Danny Aldridge (direktur teknik).

Permainan Leroy Sane Maju Pesat

Salah satu regulasi baru pada ajang MotoGP 2019 yakni mengenai aturan pembalap yang memenuhi syarat untuk menyentuh garis finis.

"Sebelumnya, agar memenuhi syarat untuk finis, pebalap harus mengendarai motornya saat melintasi garis finis. Ada situasi ketika, karena kecelakaan, pebalap dan motor secara terpisah melintasi garis finis," demikian pernyataan yang dikutip dari Reuters melalui sindonews.

Mantan Atlet Indonesia Hendrawan Tetap Latih Lee Chong Wei

 

Berikut Regulasi Baru pada MotoGP 2019

1. Pembalap Pengganti
Ada persyaratan tertentu ketika tim memilih pembalap pengganti pada musim 2019. Pembalap pengganti itu tidak boleh melakukan aktivitas balap lain di sirkuit yang sama dalam waktu 14 hari sebelum Grand Prix dimana dia tampil sebagai pengganti.

2. Aturan Pembalap Kembali Balalan Usai Berhenti
Kriteria pembalap yang boleh kembali membalap usai terhenti (mengalami crash atau semacamnya) semakin jelas. Para pembalap boleh meminta dan mendapat bantuan dari marshal untuk menghidupkan kembali motornya dan kembali balapan.

Jadi pembalap bisa langsung lanjut dengan bantuan marshal atau kembali ke pit untuk ganti motor setelah crash. Namun, FIM MotoGP Stewards akan menentukan pembalap aktif yang masih layak kembali balap. Ini untuk menanggulangi kemungkinan overlaping yang akan berbahaya jika terjadi di MotoGP. Jika bisa melanjutkan balapan tapi malah kemungkinan di-overlap pembalap lain maka kemungkinan Stewards tidak akan kasih izin.

3. Menyalip Saat Bendera Kuning
Hukuman penalti kerap muncul saat balapan berlangsung dan informasi itu muncul selama lima lap. Tapi di musim depan, notifikasi tentang penalti saat bendera kuning berkibar muncul lewat dasbor motor selama tiga lap.

4. Hidupkan Mesin
Untuk masalah keselamatan, sekarang tidak boleh menyalakan mesin motor di dalam garasi. Mesin harus dihidupkan di luar garasi.

5. Poin Konsesi
Sebelumnya hak konsesi hanya berlaku dalam semusim. Poin konsesi yang dikumpulkan hanya berlaku semusim, setelahnya akan hangus dimulai dari nol lagi. Untuk musim depan, poin konsesi akan hangus setelah dua musim.

6. Alokasi Ban
Untuk kelas MotoGP, ada pubahan alokasi untuk ban hujan. Sebelumnya tiap pembalap hanya diberikan 11 ban hujan, musim 2019, joki kuda besi di kelas utama akan menerima 13 ban. Terdiri dari enam ban depan dan tujuh ban belakang. Adapun kelas Moto2 dan Moto3, tidak ada batasan ban hujan.

7. Aturan Penalti yang Tidak Bisa Digugat
Para pembalap sudah tidak diperbolehkan seenaknya untuk mengajukan banding atas penalti yang diterimanya. Penalti tersebut diberikan saat balapan masih berlangsung, misalnya saja mundur posisi, ride through (melaju di pit), dan lainnya. Itu karena waktu yang terbatas saat balapan, hukuman yang diberikan saat balapan berlangsung akan mengganggu balapan jika diprotes oleh tim atau pembalap.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved