Fasilitas Publik

Alfred Sitorus : Mencari Angkutan Umum di Tangsel Seperti Mencari Jarum dalam Jerami.

Fasilitas publik di Tangerang Selatan masih timpang. Ada wilayah yang fasilitas bagus, namun ada wilayah lain masih minim.

Alfred Sitorus : Mencari Angkutan Umum di Tangsel Seperti Mencari Jarum dalam Jerami.
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir H Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, penuh coretan vandalisme, Kamis (6/12/2018). 

WARTA KOTA , TANGERANG --- Tangerang Selatan sebagai sebuah kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, dinilai belum berhasil dalam pembangunan fasilitas publik.

Sebagian wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki jalan aspal luas dan trotoar ramah pejalan kaki.

Namun, pembangunan jalan dan trotoar itu tidak lepas dari peran pengembang besar di Tangerang Selatan.

Sedangkan wilayah lainnya ada yang belum tersentuh fasilitas publik yang layak, seperti jalan rusak dan trotoar yang tidak ramah untuk pejalan kaki.

Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir H Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, berlulang, Kamis (6/12/2018).
Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Ir H Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, berlulang, Kamis (6/12/2018). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Peningkatan Fasilitas Publik Bagi Lansia Sudah Darurat Karena Kurang Mendapat Perhatian

Wilayah yang belum tersentuh fasilitas publik yang layak ini terutama di wilayah pemekaran Kabupaten Tangerang.

Salah satu di antaranya yakni jalur khusus disabilitas atau guiding block di Jalan Ciater Raya Serpong yang masih terhalang  pohon atau tiang listrik.

Penilaian tersebut datang dari Koalisi Pejalan Kaki yakni gerakan yang fokus pada fasilitas publik dan hak-hak pejalan kaki.

"Kota Tangerang Selatan masih jauh, kalau bisa kasih rapor 3,5 dari 10 kalau urusan fasilitas publik," kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus kepada Warta Kota, Kamis (6/12/2018).

Alfred menjelaskan, dalam kota yang layak huni, masyarakat tidak hanya bisa menghuni rumah tapi juga bisa menghuni kota secara keseluruhan.

"Manusia yang tinggal dalam kota Tangsel bukan hanyak layak menghuni rumahnya tapi juga harus layak menghuni kotanya, layak menghuni seluruh fasilitas publik, transportasi, jalan raya, trotoar, zebra cross," ujarnya.

Anies Imbau Fasilitas Publik Diaudit Secara Reguler‎

Transportasi umum di Tangerang Selatan juga mendapat sorotan khusus dari Alfred.

Menurutnya, transportasi umum di kota yang berumur 10 tahun ini masih sulit  menjangkau satu tempat ke tempat lain.

"Kalau mengeksplor Tangsel tidak sulit kalau pakai sepeda, tapi kalau pakai angkutan umum seperti mencari jarum dalam jerami," ujarnya.

Hal-hal yang disampaikan oleh Koalisi Pejalan Kaki ini diharapkan dapat membangun Kota Tangsel sebagai kota yang peduli akan kepentingan publik.

"Kritikan kami untuk membuat kota tangsel yang lebih ramah pada fasilitas publik," imbuh Alfred.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved