Pajak

801 NOP Ganda di Medan Satria, Pemkot Bekasi Berpotensi Kehilangan Uang Rp 3 Miliar

Ratusan NOP ganda ditemukan saat verifikasi wajib pajak (WP) Pajak Bumi Banggunan (PBB) di Kecamatan Medan Satria, Kota

801 NOP Ganda di Medan Satria, Pemkot Bekasi Berpotensi Kehilangan Uang Rp 3 Miliar
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi Surat Pemberitahuan Pajak terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Ratusan Nomor Objek Pajak (NOP)  ganda ditemukan  saat verifikasi wajib pajak (WP) Pajak Bumi Banggunan (PBB) di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

NOP ganda itu menyebabkan Pemerintah Kota Bekasi berpotensi kehilangan pendapatan daerah  sekitar Rp 3 miliar.

"Ya benar, saar kami bagikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB ke wajib pajak (WP) ditemukan NOP ganda," kata Camat Medan Satria, Taufiq Rahmat, Kamis (6/12/2018).

Penunggak Pajak Bumi dan Bangunan di Palmerah Ditempeli Stiker

Taufiq menjelaskan, masalah NOP ganda diduga karena menggunakan data WP pada tahun 2013 dan belum diperiksa satu per satu.

"Data WP masuk secara gelontoran dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) pada 2013 lalu dan belum diperiksa satu persatu. Jadi setelah ingin dibayarkan, ternyata NOP itu ada dua dalam satu nama," ucapnya.

Menurut Taufiq, ada 814 NOP dari 14.000 WP target piutang PBB yang ditemukan ganda. Akibatnya, target pencapaian PBB piutang di Kecamatan Medan Satria menjadi terhambat.

"Target piutang PBB Rp 19 miliar kita jadi terhambat karena NOP ganda. Target itu baru terealisasi 19 persen saja November lalu," ucapnya.

Selain NOP ganda, kata Taufiq, petugas menemukan berbagai macam kendala.

Beberapa di antaranya adalah alamat WP tidak ditemukan, SPPT sudah pecah dari induk serta tanah yang masih bersengketa hukum.

"Kita sudah melaporkan semua kendala itu ke Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi," katanya.

VIDEO: Pajak Bumi dan Bangunan di Sejumlah Wilayah Jaksel Naik

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Bekasi, Aan Suhanda mengatakan, untuk NOP ganda pihaknya akan melakukan verifikasi ulang terhadap target PBB piutang. Besaran potensi bisa direvisi.

"Persoalan itu kita sudah dapat informasinya, kita akan verifikasi, selesaikan NOP ganda itu. Petugas Kelurahan dan Kecamatan masih melakukan operasi sisir di wilayah masing-masing," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini masih berupaya mengejar target pendapatan dari sektor PBB.

Menurt Aan Suhanda, target pencapaian PBB murni sebesar Rp 340,5 miliar. Namun, hingga 20 November 2018 baru tercapai sekitar Rp 317, 8 miliar  atau sekitar 93,36 persen.

"Banyak kendala yang dialami, tapi kita terus genjot sampai akhir tahun agar bisa mencapai target, kita optimis," ucap Aan Suhanda.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved