Warga Bangun Tenda Keprihatinan Untuk Mencegah Pemagaran Pasar Cisalak

Untuk mencegah Pemkot Depok melanjutkan pemagaran Pasar Cisalak, warga mendirikan tenda keprihatinan di lokasi proyek.

Warga Bangun Tenda Keprihatinan Untuk Mencegah Pemagaran Pasar Cisalak
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga membangun tenda keprihatian untuk mencegah pemagaran Pasar Cisalak. 

WARGA sekitar Pasar Cisalak, Depok, yang menolak rencana pemagaran area pasar, akhirnya membangun tenda keprihatinan di depan ruas jalan warga yang akan dipagar. 

Tenda itu berdiri dekat barikade seng yang dibuat kontraktor proyek pemagaran bersama Pemkot Depok, Rabu (5/12/2018) sore.

Ujang, warga sekitar yang merupakan Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, mengatakan, pendirian tenda itu merupakan bentuk keprihatinan atas kesewenang-wenangan Pemkot Depok.

"Apalagi Pemkot Depok dalam hal ini Disdagin Depok telah melanggar kesepakatan dengan warga, dengan melanjutkan pengerjaan pemagaran pada Selasa tengah malam," kata Ujang.

Sebab dalam pertemuan dengan Disdagin Depok, Jumat (30/11/2018) lalu kata Ujang telah disepakati bahwa pengerjaan pemagaran dihentikan menunggu putusan dan rekomendasi Pemkot Depok.

Ujang menjelakan tenda yang mereka bangun ini juga akan dipakai warga untuk berjaga-jaga memantau pemagaran.

Selain itu kata dia sebisa mungkin dengan adanya tenda, warga akan berupaya menghalau para pekerja yang akan masuk untuk membuat pagar tembok di depan rumah dan tempat usaha warga.

"Tenda sudah terbangun, dan kini sejumlah petugas pasar dan Satpol PP Depok serta pihak kontraktor, tampak banyak berseliweran memantau warga," kata Ujang.

Seperti diketahui puluhan pekerja yang dikawal sekitar 40 petugas gabungan dari Satpol PP Depok, kepolisian dan petugas keamanan pasar melanjutkan proyek pemagaran area Pasar Cisalak, Selasa tengah malam.

Pengerjaan yang dilakukan jelang tengah malam ini, terkesan diam-diam untuk menghindari upaya penolakan warga. Sebab sebelumnya beberapa kali pengerjaan dihentikan sepihak oleh warga dan para pekerja diusir warga.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved