Sekjen Partai Berkarya: Ideologi Partai Kami Adalah Pak Harto

Priyo Budi Santoso kemudian menjelaskan bahwa kerinduan Era Orde baru di bawah pemerintahan Pak Harto sangat terasa di masyarakat.

Sekjen Partai Berkarya: Ideologi Partai Kami Adalah Pak Harto
Warta Kota/Hamdi Putra
Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso di kantor DPP Partai Berkarya, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018). 

SEKRETARIS Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso secara tegas menyatakan bahwa ideologi partainya adalah Pak Harto alias mantan Presiden Soeharto.

Hal itu disampaikan Priyo Budi Santoso dalam diskusi antar-ketua umum dan sekjen semua partai peserta Pemilu 2019 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Priyo Budi Santoso menyampaikan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, yang mempertanyakan ideologi Partai Berkarya.

Fadli Zon: Reuni 212 Bukan Ajang Mendukung Pasangan Calon

“Cak Imin tadi bertanya mengenai ideologi Partai Berkarya, kami dengan tegas mengatakan ideologi partai kami adalah Pak Harto,” tegas Priyo Budi Santoso.

Priyo Budi Santoso kemudian menjelaskan bahwa kerinduan Era Orde baru di bawah pemerintahan Pak Harto sangat terasa di masyarakat.

Dan hadirnya putra Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, memberi efek elektabilitas bagi partai.

KNKT Sebut Pesawat PK-LQP Tak Laik Terbang, Lion Air Protes dan Pertimbangkan Langkah Hukum

“Menurut penelitian yang kami lakukan, mengatakan masyarakat memiliki pandangan bahwa tokoh yang berpengaruh besar dan dicintai rakyat yaitu pertama Pak Harto, Pak Karno, dan kemudian presiden-presiden selanjutnya,” papar Priyo Budi Santoso.

“Jelas ada kerinduan masyarakat akan era pemerintahan Pak Harto,” sambungnya.

Sebelumnya, dalam acara yang sama Cak Imin mempertanyakan ideologi Partai Berkarya, karena menurutnya cara paling murah dan efektif mengikat integritas partai adalah melalui ideologi sebagai landasan hingga tingkatan partai yang paling bawah.

KNKT Bilang Pesawat PK-LQP Tak Laik Terbang, Direktur Utama Lion Air Group: Tendensius!

“Saya tidak tahu ideologi Partai Berkarya ini apa. Kalau PKB kan ideologinya Nahdlatul Ulama (NU), kalau PDIP kan ideologinya Soekarno. Ideologi ini lah yang mengikat integritas partai dalam satu cita-cita,” papar Cak Imin.

“Sehingga, untuk membangun konsep integritas yang kuat sampai akar rumput secara murah dan efektif, seluruh partai politik di Indonesia adalah melalui ‘reideologisasi’,” beber Cak Imin. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved