Saling Ejek di Media Sosial Berujung Maut Bocah SMP Dikeroyok dan Dibacok

Pengeroyokan dan pembacokan berawal dari saling ejek antara korban dengan salah satu pelaku berinsial OF (15) di media sosial.

Saling Ejek di Media Sosial Berujung Maut Bocah SMP Dikeroyok dan Dibacok
Warta Kota
Kapolsek Medan Satria, Kompol I Made Suweta menunjukkan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku pengeroyokan dan pembacokan. 

Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikeroyok dan dibacok empat pelajar SMP lainnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Sabtu (1/12/2018).

Empat orang yakni berinisial DR (14), OF (15), G (14) dan M (14) bertemu di TKP. Sementara Korban berinsial OCN (14).

Pengeroyokan dan pembacokan berawal dari saling ejek antara korban dengan salah satu pelaku berinsial OF (15) di media sosial.

OF yang kesal hingga akhirnya mengajak korban bertemu untuk saling adu kekuatan. Saat keduanya bertemu ternyata pelaku membawa tiga teman lainnya. Sementara korban hanya seorang diri hingga akhirnya terjadi pengeroyokan dan pembacokan.

"Awalnya korban dan pelaku OF chattingan, memang dua pelajar ini sekolah ditempat berbeda. Keduanya kerap saling ejek hingga puncak terjadilah pengeroyokan itu," kata Kapolsek Medan Satria Kompol I Made Suweta, Rabu (5/12/2018).

I Made mengatakan pengeroyokan itu dilakukan usai pulang sekolah sehabis ujian.
Pada awal berduel pelaku hanya menggunakan tangan kosong. Namun, saat korban kalah dan ingin melarikan diri, ketiga teman pelaku lainnya justru mengejar dan melakukan pengeroyokan hingga pembacokan.

"Korban dikeroyok lawannya empat orang. Awalnya satu lawan satu terus temannya ikut bantu saat korban terjatuh ingin kabur ke semak semak. Korban dikeroyok pakai gesper dan dibacok," jelasnya.

Atas kejadian itu, kata I Made korban mengalami luka dibagian punggung dan pinggang akibat bacokan senjata tajam.

"Ada tiga bacokan sajam jenis celurit dibagian pinggang dan punggung. Korban sempat dapat perawatan di rumah sakit, saat ini kondisinya sudah membaik dan sudaj pulang,"ucapnya.

Usai kejadian keempat pelaku langsung melarikan diri ke tempat persembunyiannya yang biasa dijadikan base camp.

Atas insiden itu, kepolisian Polsek Medan Satria langsung mengejar keempat pelaku dan berhasil menangkap pelaku di base camp yang tak jauh dari lokasi pengeroyokan dan pembacokan.

"Tim reskrim kita langsung cepat dan buru pelaku. Keempat pelaku ditangkap di tempat tongkrongannya berbentuk gubuk. Disana juga ditemukan berbagai jenis senjata tajam," paparnya.

Barang bukti berupa satu buah baju seragam sekolah Pramuka milik korban yang berlumuran darah, dua bilah Sajam jenis celurit, dua bilah senjata tajam jenis gergaji es.

"Para pelaku masih dibawah umur kita akan konsultasi jaksa seperti apa proses pengadilannya. Yang jelas kita jalankan proses peradilan anak. Tapi sementara untuk pasal pelaku dikenakan Pasal 170 Ayat 2 KUHPidana Tentang Tindak Pidana Pengeroyokan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," katanya.

Para pelaku pengeroyokan yang tertangkap.
Para pelaku pengeroyokan yang tertangkap. (Warta Kota)
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved