Persaingan Toko Tradisional dan Modern di Bekasi Semakin Sengit

Persaingan toko tradisional dengan toko modern di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dipastikan semakin sengit.

Persaingan Toko Tradisional dan Modern di Bekasi Semakin Sengit
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi pasar tradisional. 

WARTA KOTA, BEKASI--- Persaingan toko tradisional dengan toko modern di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dipastikan semakin sengit.

Keberadaan toko modern mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi, jumlah gerai toko modern di Kota Bekasi pada 2018 mencapai 833 gerai.

Jumlah ini bertambah 166 gerai bila dibandingkan pada 2017 lalu yang mencapai 667 gerai.

Pemilik warung di daerah Pasar Sumber Arta, Bekasi Barat, bernama Anton (40) mengaku, menjamurnya toko modern cukup berdampak terhadap pendapatan para pelaku usaha tradisional.

Dia yang sehari bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 3-Rp 4 jutaan, kini hanya mendapatkan Rp 2 jutaan per hari

"Pembeli lebih cenderung membeli di toko modern karena keberadaannya sudah banyak dan lokasinya mudah dijangkau. Sementara warung hanya orang tertentu saja yang beli seperti orang sekitar," kata Anton, Rabu (5/12/2018).

Anton mengatakan, sebetulnya harga yang dijual di warung dengan toko modern hampir sama. Namun ada beberapa komponen barang yang memiliki perbedaan harga sedikit.

Seperti harga sebungkus rokok, kebutuhan pokok dan sebagainya. "Bedanya juga sedikit, cuman Rp 500-Rp 1.000-an lah," ujarnya.

Karena itu, Anton meminta kepada pemerintah agar mengeluarkan kebijakan untuk mengatur keberadaan toko modern.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved