Penerapan Ganjil Genap di Gerbang Tol Tambun, Kendaraan yang Melanggar Disuruh Putar Balik

Ia berharap, masyarakat semakin tahu soal aturan ganjil genap ini. Sehingga, kebijakan ini membuahkan hasil dalam penanganan kemacetan di jalan tol.

Penerapan Ganjil Genap di Gerbang Tol Tambun, Kendaraan yang Melanggar Disuruh Putar Balik
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Polisi berjaga di Gerbang Tol Tambun. Kendaraan yang terkena aturan ganji genap diarahkan untuk berputar balik. 

PETUGAS kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi mulai mengadang kendaraan
berpelat nomor yang tidak sesuai aturan ganjil genap, di Gerbang Tol Tambun Bekasi, Rabu (5/12/2018).

Kendaraan yang tidak sesuai pelat nomornya dengan tanggal ganjil, diarahkan untuk berputar balik. Ganjil genap dimulai pukul 06.00-09.00, berlaku untuk pengguna jalan dari Tambun menuju Jakarta, dari Senin hingga Jumat

Kepala Induk tol Jakarta-Cikampek Korlantas Polri AKP Stanlly Soselisa mengatakan, penerapan ganjil enap di gerbang tol Tambun diawali tahapan sosialisasi pada 15-30 November 2018. Kemudian, tindakan pengadangan atau pengalihan bagi kendaraan dengan pelat nomor tidak sesuai, pada 3-14 Desember 2018.

Resmikan Tol Sragen-Ngawi, Jokowi: Jakarta-Surabaya Tersambung Akhir Tahun Ini

Lalu, mulai tanggal 17 Desember 2018, tindakan penilangan kendaraan berpelat nomor tidak sesuai mulai dilakukan.

"Dua minggu lalu kita telah sosialisasi, saat ini tahapan berikutnya, yaitu pengadangan kepada kendaraan yang terkena aturan ganjil genap. Kita suruh putar balik mereka, tapi belum ada tilang, nanti rencananya tanggal 17 Desember 2018," jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Ia menjelaskan, dalam tiga hari pengadangan, kesadaran masyarakat pengguna kendaraan sudah cukup memahami, sehingga sedikit yang ingin masuk ke GT Tambun.

Polisi berjaga di Gerbang Tol Tambun. Kendaraan yang terkena aturan ganji genap diarahkan untuk berputar balik.
Polisi berjaga di Gerbang Tol Tambun. Kendaraan yang terkena aturan ganji genap diarahkan untuk berputar balik. (WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM)

"Masyarakat kesadarannya bagus ya, jadi lebih sedikit daripada sebelum-sebelumnya kayak Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Untuk Tambun tidak terlalu banyak ya, karena masyarakat sudah tahu polanya. Ya paling hanya 20 lebih kita halau," jelas Stanlly.

Ia berharap, masyarakat semakin tahu soal aturan ganjil genap ini. Sehingga kebijakan ini membuahkan hasil dalam penanganan kemacetan di jalan tol.

"Makanya nanti kita ada penilangan, agar pengendara jera dan tertib mengikuti aturan ganjil genap tanpa harus selalu dingatkan," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved