Dibilang Menghalangi Proses Penyitaan Gedung Granadi, Tommy Soeharto Bakal Gugat Balik Jaksa Agung

Menurutnya, hal ini tidak masuk akal, lantaran posisi kliennya yang hanya sebagai tenant atau penyewa gedung.

Dibilang Menghalangi Proses Penyitaan Gedung Granadi, Tommy Soeharto Bakal Gugat Balik Jaksa Agung
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Tommy Soeharto naik mobil golf berkeliling saat Deklarasi Kampanye Damai di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018). 

ERWIN Kallo, kuasa hukum Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto mengatakan, nama baik kliennya tercemar dan dirugikan dari sisi bisnis, akibat kasus penyitaan Gedung Granadi.

Hal itu merujuk pada tudingan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada Tommy Soeharto, yang disebut menghalangi proses penyitaan Gedung Granadi oleh Kejaksaan. Lantas, apakah ada niat untuk menggugat balik HM Prasetyo?

Erwin menjawab dengan tegas bahwa pihaknya sedang menyiapkan gugatan itu. Dirinya sendiri memang telah berniat menggugat balik secara perdata kepada HM Prasetyo.

Ini 12 Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions

"Akan. Segera kami akan gugat (Jaksa Agung HM Prasetyo). Sedang kami susun berkasnya," ujar Erwin di Ruang Truntum, Gedung Granadi, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2018).

Selain itu, ia menuding balik bahwa HM Prasetyo tidak membaca berkas perkara. Alasannya, kata dia, HM Prasetyo meminta agar Tommy Soeharto mengembalikan Gedung Granadi yang diduga merupakan aset Yayasan Supersemar.

Menurutnya, hal ini tidak masuk akal, lantaran posisi kliennya yang hanya sebagai tenant atau penyewa gedung.

Jokowi: Pemanfaatan Teknologi akan Jadi Beban ASN Jika Tidak Diikuti Perubahan Kerja

"Loh, klien saya ini kan penyewa. Dia ini bukan pemilik dari gedung, melainkan hanya sebagai penyewa. Bagaimana mungkin harus menyerahkan gedung yang bukan miliknya? Klien saya menyewa atas nama PT Humpus," paparnya.

Ia juga menyebut kliennya tak memiliki keterkaitan dengan Yayasan Supersemar. Sehingga, ia meminta Jaksa Agung lebih teliti dalam membaca berkas sebelum berbicara di depan publik. Karena, ia menilai tuduhan yang dialamatkan kepada Tommy merugikan kliennya.

"Lebih baik baca berkas terlebih dahulu. Supaya tahu duduk permasalahannya seperti apa. Sangat merugikan klien kami selaku pengusaha nasional dan internasional," tuturnya. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved